Pengaruh Bagi Hasil Terhadap Jumlah Nasabah Deposito Mudharabah BPR Amanah Ummah

Oleh Kiki Zakiatul Parhah, Dedi Junaedi, dan Mohammad Romli
Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam,
Institut Agama Islam Sahid (Inais) Bogor

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah nominal bagi hasil berpengaruh terhadap jumlah nasabah deposito Mudharabah pada BPR syariah Amanah Umah periode tahun 2013–2015. Sampelnya data nisbah dan jumlah nasabah deposito di BPR Syariah Amanah Ummah 2013-2015. Penelitian bersifat kuantitatif dengan metode pengumpulan data wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil analisis Berdasarkan hasil uji t di atas dapat diketahui bahwa bagi hasil deposito 12 bulan dan keberadaan kantor berpengaruh positif dan signifikan dalam mempengaruhi variabel jumlah nasabah deposito Mudharabah dan berpengaruh negatif terhadap bagi hasil deposito 6 bulan. Berdasarkan hasil uji statistik F di atas maka dapat diketahui bahwa semua variabel indevenden (bagi hasil 6 bulan, bagi hasil 12 bulan dan keberadaan kantor) secara bersama-sama ber pengaruh signifikan terhadap jumlah nasabah deposito di BPR Syariah Amanah Ummah Berdasarkan hasil koofesien determinasi (R²) sebesar 0,557 yang berarti jumlah nasabah Mudharabah pada BPR Syariah Amanah Ummah mampudijelaskan oleh variabel indevendent sebesar 55,7% dan sisanya sebesar 45,3% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian ini.


PENDAHULUAN

Menabung merupakan kebutuhan masyarakat modern. Sebagai langkah pengamanan, menyimpan uang, dan sebagai investasi untuk masa depan. Semakin banyaknya bank di Indonesia menambah daya saing antar bank, konvensional maupun syariah, dan menyebabkan banyaknya pilihan bagi masyarakat untuk menyimpan dan menginvestasikan uangnya.
Tingginya populasi Muslim di Indonesia merupakan peluang sangat besar bagi bank syariah untuk meraih dana masyarakat dalam simpanan (deposito). Peluang ini diperkuat dengan lahirnya Fatwa MUI (2004) yang mengharamkan bunga bank.(http://mui.or.id).
Keberhasilan bank syariah dalam menghimpun dana masyarakat sangat berkaitan dengan kemampuan bank syariah dalam menjangkau lokasi simpanannya. Semakin banyak jumlah kantor cabang, maka jumlah masyarakat yang menyimpan dana ke bank syariahpun bertambah.
Pelayanan yang diberikan oleh bank syariah terhadap masyarakat harus terus ditingkatkan karena hakikat dari bisnis perbankan adalah bisnis jasa yang berdasarkan pada azas kepercayaan sehingga masalah kualitas layanan menjadi faktor yang sangat menentukan dalam keberhasilan usaha. Kualitas layanan merupakan suatu bentuk penilaian konsumen terhadap tingkat layanan yang diterima (perceived service) dengan tingkat layanan yang diharapkan.
Faktor ekstern yang harus diperhatikan oleh bank syariah adalah kondisi ekonomi makro di Indonesia. Kondisi tersebut dapat dilihat pada perkembangan tingkat suku bunga. Perubahan tingkat suku bunga telah memberikan efek yang besar terhadap minat menabung masyarakat pada bank konvensional.
Prinsip bagi hasil dalam perbankan syaria’ah menjadi prinsip utama dan terpenting, karena keuntungan (bagi hasil) merupakan balasan (upah) atas usaha dan modal, besar-kecilnya pun tergantung pada keduanya. Dalam qawaid fiqhiyah (kaidah fiqh) dikatakan “algharam bil ghanam” (ada untung rugi), prinsip ini memenuhi prinsip keadilan ekonomi. Dan didalam kaedah bisnis dikatakan bahwa setiap yang akan menghasilkan keuntungan yang besar, terkandung juga rsiko yang besar (high risk, high return).
Bagi pihak yang akan menjalankan prinsip ini, maka harus membuat kesepakatan awal yang berkaitan dengan usaha yang akan dijalankan dan menetapkan nisbah (bagian) bagi hasil masing-masing pihak menurut cara pembagiannya. Usaha yang akan dijalankan merupakan usaha-usaha yang dibenarkan menurut syariah, tidak boleh ditanamkan pada usaha yang di haramkan. Yang akan dibagi hasilkan adalah keuntungan bersih dari usaha tersebut tetapi boleh juga dibuat kesepakatan diantara dua pihak jika bagi hasil diperhitungkan dari total sales. Karena yang dibagi hasilkan merupakan suatu keuntungan, maka besar kecilnya nominal keuntungan akan mengalami turun-naik, tergantung dari usaha dan kesungguhan dalam mengelola usaha tersebut Deposito Mudharabah merupakan simpanan berjangka dengan akad Mudharabah dimana pemilik dana (shahibul maal) mempercayakan dananya oleh bank untuk dikelola atau bertindak sebagai mudharib dengan bagi hasil sesuai dengan nisbah yang disepakati sejak awal. Jangka waktu penarikannya ada yang 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan dan ada yang 12 bulan serta dapat diperpanjang otomatis.

Secara teknis deposito Mudharabah adalah akad kerjasama usaha antar dua pihak dimana simpanan bertindak sebagai shahibul maal (pemilik modal), sedangkan bank bertindak sebagai mudharib (pengelola). Keuntungan usaha secara Mudharabah dibagi menurut kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak, sedangkan apabila rugi ditanggung oleh pemilik modal selama kerugian itu bukan akibat kelalaian pengelola. Seandainya kerugian itu diakibatkan karena kecurangan atau kelalaian pengelola, maka pengelola harus bertanggung jawab atas kerugian tersebut.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut:
• Bagimana Pengaruh Bagi Hasil Terhadap Jumlah Simpanan Deposito Mudharabah Pada BPRSyariah Amanah Ummah Periode Tahun 2013 - 2015?”
• Bagaimana Besarnya pengaruh Bagi Hasil Terhadap Jumlah Nasabah Deposito Mudharabah Pada BPR Syariah Amanah Ummah Periode Tahun 2013 – 2015?’’

Sesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, memahami dan menganalisis
• Adakah Pengaruh Bagi Hasil Terhadap Jumlah Nasabah Deposito Mudharabah Pada BPR Syariah Amanah Ummah Periode Tahun 2013 - 2015.
• Seberapa besarkah pengaruh Bagi Hasil Terhadap Jumlah NasabahDeposito MudharabahPada BPR Syariah Amanah Ummah Periode Tahun 2013 - 2015.


KERANGKA BERFIKIR
Bank syariah dalam kegiatan operasionalnya tidak tergantung pada tingkat suku bunga, karena sistem yang ada pada bank syariah adalah sistem bagi hasil. Walaupun demikian ada semacam kekhawatiran yang melanda bank syariah, yakni dikhawatirkan sebagian simpanan penyimpan di bank syariah akan mengalihkan dananya pada bank konvensional karena tingkat suku bunga di bank umum (konvensional) mengalami kenaikan. Tetapi di sisi lain, bank syariah akan menjadi alternatif bagi para pengusaha yang membutuhkan pinjaman dana untuk mengembangkan usahanya, karena mereka akan cenderung meminjam dana di bank syariah dengan sistem bagi hasil daripada harus meminjam di bank umum dengan membayar bunga. Karena dengan sistem bagi hasil, mereka tidak terlalu khawatir dengan adanya kebijakan Bank Indonesia untuk menaikkan tingkat suku bunga dalam rangka mengendalikan laju inflasi di Indonesia.
Kinerja bank syariah inilah yang menjadi perhatian peneliti dalam penelitian kali ini, dimana peneliti bermaksud untuk mencari informasi dan mengumpulkan data dalam rangka mengukur seberapa besar pengaruh bagi hasil terhadap jumlah simpanan deposito Mudharabah BPR Syariah Amanah Ummah. Dalam penelitian kali ini, peneliti membatasi hanya BPR Syariah Amanah Ummah Leuwiliang yang akan menjadi kajian dalam penelitian kali ini.
Penelitian ini bermaksud memperoleh gambaran obyektif tentang pengaruh bagi hasil terhadap Jumlah Nasabah Deposito Mudharabah pada BPR Syariah Amanah Ummah. Adapun hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini adalah:
• Hipotesis Nol (Ho)
Tidak ada pengaruh yang signifikan antara bagi hasil dengan jumlah nasabah deposito pada BPR Syariah Amanah Ummah.
2. Hipotesis Kerja atau Alternatif (Ha)
Ada pengaruh yang signifikan antara bagi hasil dengan jumlah nasabah deposito pada BPR Syariah Amanah Ummah.

PENELITIAN TERDAHULU

Penelitian Zubair Hassan (2009) berjudul penelitian Profit Sharing Ratios in Mudaraba Contracts Revisited menyimpulkan bahwa dalam pembagian hasil usaha sering terjadi keambiguan, karena itu diperlukan pengawasan atau variabel kebijakan. Dan tingkat bagi hasil yang diterima dari bank lebih kecil dibandingkan dengan investasi deposito dalam bisnis pada musyarakah. Iman Sugema (2010), dalam penelitian Interest Versus Profit-Loss Sharing Credit Contract: Effciency and Welfare Implications, menyimpulkan bahwa sistem bunga, pemberi pinjaman tidak menanggung resiko apapun, jadi seluruh resiko ditanggung oleh peminjam. Sedangkan pada sistem bagi hasil resiko ditanggung bersama sehingga kesejahteraan akan lebih terjaga.
Muhammad Ghafur W (2003) dengan judul penelitian “Pengaruh Tingkat Bagi Hasil, Suku Bunga dan Pendapatan Terhadap Simpanan Mudharabah: Studi Kasus Bank Muamalat Indonesia (BMI).” Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dari ketiga variabel bebas hanya variabel pendapatan yang berpengaruh signfikan dan positif terhadap simpanan Mudharabah, sedangkan variabel tingkat bagi hasil dan suku bunga tidak berpengaruh secara signifikan.
Gianisha Oktaria Putri (2012) dengan judul “ Analisis Bagi Hasil Deposito Mudharabah Pada Bank Umum Syariah di Indonesia” hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa perhitungan bagi hasil dengan revenue saharing yang diterapkan Bank Syariah di Indonesia masih merupakan hal yang positif dalam penerapan bagi hasil pada nasabah mengingat perhitungan bagi hasilnya dihitung berdasarkan pendapatan kotor, sehingga besar kecilnya bagi hasil yang diberikan kepada nasabah bergantung pada besar kecilnya pendapatan kotor yang dihasilkan oleh perbankan syariah sebagai pengelola.
. Muchammad Tegar Andianto (2014) dengan judul “ Penerapan Sistem Bagi Hasil Program Tabungan Mudharabah, Deposito Mudharabah, Serta Giro Wadi’ah” Bagi hasil itu harus setara, menikmati bersama saat terjadi keuntungan, dan menanggung bersama jika terjadi kerugian. Dan jika mengacu pada hal tersebut, bank syariah seharusnya menggunakan prinsip profit loss sharing dalam penghitungan bagi hasil, karena acuan utamanya ada lah laba bersih. Begitulah yang dimaksud prinsip syariah, walaupun dengan jumlah nominal kecil yang diperoleh, tetapi telah memenuhi semua aspek, terutama aspek keadilan.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan yaitu Januari – Maret 2016 di BPR Syariah Amanah Ummah Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Tepatnya berada di Jalan . Raya Leuwiliang No.1 Bogor. Pengambilan data dengan teknik survei, dokumentasi, wawancara,dan observasi.
Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dan regresional. Penelitian deskripif dimaksudkan untuk memperoleh gambaran dengan cara menganalisis dan menafsirkan variabel-variabel yang diteliti. Sedangkan penelitian regresional dimaksudkan untuk menghubungkan serta mengukur pengaruh.bagi hasil terhadap jumlahnasbah deposito di BPR Syariah Amanah.
Penelitian bersifat kuantitatif dan berusaha membandingkan hubungan serta mengukur pengaruh antar variabel. Variabel yang diangkat dalam penelitian kali ini meliputi variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Variabel bebas (X) pada penelitian ini adalah Bagi Hasil sedangkan variabel terikatnya (Y) adalah Jumlah Nasabah Deposito Mudharabah. Untuk mengetahui hubungaan serta pengaruh antara bagi hasil dengan jumlah nasabah deposito pada BPR Syariah Amanah Ummah digunakan analisis regresi menggunakan SPSS 19.0. Selain itu digunakan uji t, Z, F, koefisien korelasi, autokorelasi, heteroskedalitas, dan multikolinieritas.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Bank Pembiayaan Rakyat (BPR) Syari’ah Amanah Ummah berdiri tahun 1998. Memeiliki satu kantor pusat dan tiga kantor cagang, BPRS ini mendapat rating “sangat bagus” menurut versi Infobank 2015 untuk kinerja Desember 2013-2014. Hal ini menandakan,lembaga ini diterima dan dipercaya oleh masyarakat. Asset total pada tahun 2014 sebesar Rp 153,69 Miliar dengan prosen 19,19%sedangkan dana dari pihak ketiga Rp 134,51 Miliar terbilang tinggi dengan 17,61% untuk pembiayaan Rp 118,03 Miliar dengan 21,85% untuk modal dan laba berjalan sebesar Rp 16,24 Miliar dengan 45,67% dan Rp 3,96 Miliar dengan prosen 29,29%. (http://www.amanahummah.co.id)
Produk BPR Syariah Amanah Ummah
• Tabungan Wadiah Ummah
Tabungan wadi'ah ummah adalah simpanan pihak ketiga pada Bank, yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat dan cara-cara tertentu. Produk tabungan yang ada di BPR Syari’ah Amanah Ummah adalah tabungan wadi’ah dengan akad wadi’ah yadhomanah, berupa titipan nasabah kepada Bank. Bank diberi wewenang untuk mengelola uang dari nasabah tersebut, bila Bank mendapatkan keuntungan maka nasabah akan mendapat athoya/bonus dari keuntungan yang langsung dibukukan pada rekening tabungan penabung setiap bulan. Adapun besarnya bonus dibagi berdasarkan keuntungan yang didapat dan merupakan kebijakan Bank.
Tabungan yang diperuntukkan bagi masyarakat umum, berbentuk tabungan biasa dengan setoran awal minimal Rp. 15.000,- dan untuk setoran selanjutnya minimal Rp. 10.000,- Sedangkan untuk tabungan perusahaan / badan usaha, setoran awal minimal Rp. 100.000,- dan setoran selanjutnya minimal Rp. 50.000,- Tabungan ini dapat diambil kapan saja pada setiap jam kerja.
• Tabungan Mudharabah, Tabungan Haji dan Umroh ( TAHAROH )
Tabungan Mudharabah adalah Tabungan yang berfungsi untuk investasi dana bagi masyarakat yang akan melaksanakan ibadah haji dan umroh. Setoran awal tabungan haji dan umroh minimal Rp. 100.000,- dan setoran selanjutnya minimal sebesar Rp. 50.000,- tabungan ini dapat diambil pada saat nasabah hendak membayar Biaya Perjalanan Ibadah Haji ( BPIH ) atau sesuai kesepakatan antara Bank dengan nasabah. Nasabah akan mendapatkan bagi hasil sesuai dengan kesepakatan dengan Bank.
• Deposito Mudharabah
Deposito Mudharabah adalah Simpanan berupa investasi tidak terikat pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian antara nasabah pemilik dana (shahibul maal) dengan Bank (mudharib).
• Dengan minimal setoran Rp. 1.000.000,-
• Pemberian Bagi hasil yang terbaik untuk nasabah sesuai dengan nisbah yang telah disepakati.
• Tersedia pilihan jangka waktu : 1,3,6 dan 12 Bulan.
• Aman dan terjamin.
• Tabungan Pelajar
Tabungan Pelajar adalah Tabungan yang diperuntukkan bagi pelajar dan santri dengan setoran awal minimal Rp.15.000,- dan setoran selanjutnya minimal Rp. 10.000,-. Pengambilan dan penyetoran tabungan dapat dilakukan kapan saja pada setiap jam kerja.
• Penyaluran Dana BPR Syariah Amanah Ummah
• Mudharabah
Mudharabah ( MDA ) adalah Akad kerjasama antara Bank sebagai pemilik dana (shahibul maal) dengan nasabah sebagai pelaksana usaha (mudharib) dimana keuntungan dibagi sesuai nisbah yang disepakati sebelumnya, sedangkan kerugian ditanggung pemilik dana/modal.
• Ijarah
Ijarah (IJR) adalah Akad sewa menyewa atas manfaat suatu barang dan/atau jasa antara pemilik obyek sewa (Bank) dengan penyewa (nasabah) untuk mendapatkan imbalan berupa sewa atau upah bagi pemilik obyek sewa.
• Ijarah Multi Jasa
Ijarah Multijasa (IMJ) adalah akad pembiayaan dimana bank memberikan pembiayaan kepada nasabah dalam rangka memperoleh manfaat atas suatu jasa. Dalam pembiayaan Ijarah Multijasa tersebut bank dapat memperoleh imbalan jasa/ujrah atau fee. Pembiayaan Ijarah Multijasa diperuntukan untuk biaya pendidikan dan kesehatan.
• Mudharabah
Mudharabah ( MDA ) adalah Akad kerjasama antara Bank sebagai pemilik dana (shahibul maal) dengan nasabah sebagai pelaksana usaha (mudharib) dimana keuntungan dibagi sesuai nisbah yang disepakati sebelumnya, sedangkan kerugian ditanggung pemilik dana/modal.
• Musyarakah
Musyarakah (MSA) adalah akad kerjasama antara Bank dengan nasabah untuk usaha tertentu, dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan ketentuan bahwa keuntungan dibagi berdasarkan nisbah yang disepakati sebelumnya, sedangkan kerugian ditanggung oleh para pihak sebesar partisipasi modal yang disertakan dalam usaha.
• Rahn
Rahn (Gadai emas syariah) adalah Akad penyerahan barang (emas) dari nasabah (rahin) kepada bank (murtahin) sebagai jaminan untuk mendapatkan hutang.

• Qardhul Hasan dan Qardh
Qardhul Hasan (QH) dan Qardh (QR) adalah Akad pinjaman dana oleh nasabah kepada bank syariah tanpa imbalan dengan kewajiban pihak nasabah mengembalikan pokok pinjaman secara sekaligus atau cicilan dalam jangka waktu tertentu. Qardhul Hasan dananya bersumber dari infaq dan shadaqah, sedangkan Qard umum dan Qard Haji bersumber dari modal atau laba bank.

• Deskripsi Penelitian
Peneliti mencoba menggambarkan dan menjelaskan hasil penelitian dengan diawali mengolah data mentah mengunakan uji klasik dan regresi linear menjadi data yang dapat disajikan dan dideskrifsikan.
• Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Predicted Value
N 66
Normal Parametersa,b Mean 22,7272727
Std. Deviation 18,81724054
Most Extreme Differences Absolute ,321
Positive ,321
Negative -,179
Kolmogorov-Smirnov Z 2,607
Asymp. Sig. (2-tailed) ,000

a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.

Sumber: Data diolah
Dari uji normalitas menunjukkan bahwa data di atas berdistribusi normal. Absolute (D) = 0,321 (p>0,05). or Beberapa orang ada yang menjadikan acuan signifikansi adalah Z. dan biasanya mereka menulis Z=2,607 (p>0,05). Selanjutnya hasil uji statistik lain menunjukkan adat bersifat heteroskedastisitas, serta tidak ada autokorelasi dan tidak multikolinearitas. Dengan demikian, data memenuhi syarat untuk diolah dengan regresi linear.

Uji-t
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. 95,0% Confidence Interval for B
B Std. Error Beta Lower Bound
1 (Constant) 23.789 52.943 .449 .655 -81.857
d6 -529.837 253.039 -8.659 -2.094 .040 -1034.768
d12 510.071 246.248 8.566 2.071 .042 18.690
DKTR 37.354 4.018 .735 9.296 .000 29.335
a. Dependent Variable: ND
b. Predictors in the Model: (Constant), DKTR, d12 , d6
Hasil data diolah
Berdasarkan hasil uji t di atas dapat diketahui bahwa bagi hasil deposito 12 bulan dan keberadaan kantor berpengaruh positif dan signifikan dalam mempengaruhi variabel jumlah nasabah deposito Mudharabah dan berpengaruh negatif terhadap bagi hasil deposito 6 bulan. Hal ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh jumlah nisbah dan profit sharing yang berbeda karena jangka waktunya yang berbeda.

• Uji F
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 23805.083 3 7935.028 30.712 .000b
Residual 17568.903 68 258.366
Total 41373.986 71
a. Dependent Variable: ND
b. Predictors: (Constant), DKTR, d12 , d6
Sumber: Data diolah
Berdasarkan hasil uji statistik F di atas maka dapat diketahui bahwa semua variabel indevenden (bagi hasil 6 bulan, bagi hasil 12 bulan dan keberadaan kantor) secara bersama-sama ber pengaruh signifikan terhadap jumlah nasabah deposito di BPR Syariah Amanah Ummah.

• Uji R²
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics
R Square Change F Change df1
1 .759a .575 .557 16.07377 .575 30.712 3
a. Predictors: (Constant), DKTR, d12 , d6
b. Dependent Variable: ND
Hasil data diolah
Berdasarkan tabel di atas, menunjukan bahwa hasil koofesien determinasi (R²) sebesar 0,557 yang berarti jumlah nasabah Mudharabah pada BPR Syariah Amanah Ummah mampu dijelaskan oleh variabel indevendent sebesar 55,7% dan sisanya sebesar 45,3% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian ini.
Dilihat dari data data diatas hal tersebut sesuai dengan teori floating market bahwa ketika akan menyimpan uangnya dalam bentuk deposito Mudharabah, nasabah sangat memperhatikan seberapa besar bagi hasil (keuntungan) yang diberikan bank sebagai pembagian keuntungannya.
Sejalan dengan teori tingkat bunga Keynes, semakin besar liquidity preference seseorang, semakin besar keinginan orang tersebut untuk menahan uang tunai, maka semakin besar pula tingkat bunga (bagi hasil) yang diterima orang tersebut jika ia meminjamkan uang tersebut kepada orang lain. Dalam hal ini uang akan dipinjamkan kepada bank, kemuadian uang tersebut akan digunakan oleh bank untuk menjalankan suatu usaha. Dari usaha tersebut diharapkan akan memberikan tingkat pembagian keuntungan (bagi hasil) yang besar bagi nasabah. Akan tetapi tidak semua nasabah/deposan menyimpan uangnya di bank karena faktor mencari keuntungan saja. Dapat dilihat pada data bagi hasil deposito dan jumlah simpanan deposito bahwa ketika bagi hasil yang diberikan bank kepada nasabah mengalami penurunan tetapi jumlah simpanan deposito ternyata mengalami peningkatan.
Berdasarkan hasil dari wawancara yang telah dilakukan mengenai manfaat bagi hasil bagi nasabah, didapatkan hasil bahwa dari 3 nasabah sebagai sampel yang diwawancarai menyatakan bagi hasil memberikan manfaat bagi mereka sebagai seorang muslim. Akan tetapi tidak semuanya merasakan menfaat dari bagi hasil terhadap mereka sebagai seorang nasabah 1 dari 3 sampel memberikan jawaban bahwa motif dirinya menyimpan uangnya dalam bentuk deposito Mudharabah karena dia yakin dengan sistem perbankan syariah dalam mengelola uang, bukan karena manfaat bagi hasil yang ditawarkan. Selain manfaat sebagai nasabah dan sebagai muslim, ketiga sampel menyatakan bahwa bagi hasil juga memiliki manfaat sosial. Dapat dikatakan demikian karena dalam sistem bagi hasil terdapat persamaan hak bagi setiap pelakunya, baik nasabah, bank, maupun pihak ketiga. Apabila terjadi kerugian juga akan ditanggung bersama-sama, sehingga tidak akan ada yang merasa dirugikan secara sepihak.
Sampel sudah menjadi nasabah BPR Syariah Amanah Ummah masing-masing selama 1.5 tahun, 2 tahun, dan 3 tahun. Dalam jangka waktu itu mereka telah memahami secara teori apakah yang dimaksud dengan bagi hasil. Mereka telah mengenal sistem bagi hasil ketika di bangku sekolah dan perkuliahan, ada juga yang mengenalnya berdasarkan informasi dari teman.
Setiap dari mereka belum pernah mencoba menyimpan uang mereka pada bank syariah yang lain. Alasannya adalah mereka telah mempercayai BPR Syariah Amanah Ummah karena pengalamannya dalam menjalankan perbankan syariah. Pengalaman tersebut dibuktikan dengan banyaknya penghargaan yang telah diterima BPR Syariah Amanah Ummah sampai tahun 2015. Selain itu alasan yang lain adalah BPR Syariah Amanah Ummah mampu memberikan pelayanan yang memuaskan. Dalam proses menjadi nasabah mereka juga tidak mengalami kesulitan. Untuk taraf kepercayaan mereka kepada sistem bagi hasil yang diterapkan BPR Syariah Amanah Ummah menunjukkan hasil yang variatif. Sampel pertama mempunyai taraf kepercayaan sebesar 100% dengan alasan bahwa Islam telah mengarahkan bahwa dalam menjalankan suatu kerjasama harus didasari dengan rasa saling percaya.Sampel kedua mempunyai taraf kepercayaan 69%, dan sampel ketiga menyatakan kurang bisa mempercayai sistem bagi hasil yang diterapkan dengan alasan bahwa belum sepenuhnya memahami apakah bank sudah benar-benar syariah ataukah syariah itu hanya sekedar hiasan semata. Karena, meskipun sampel ketiga tidak memungkiri BPR Syariah Amanah Ummah telah mendapat banyak penghargaan tentang syariahnya itu.
Hasil wawancara tentang kepuasan nasabah terhadap nisbah bagi hasil menunjukkan bahwa kedua sampel menyatakan puas terhadap nisbah bagi hasil karena nisbah tersebut sudah menjadi kesepakatan bersama sejak diawal kesepakatan. Sampel ketiga menjelaskan bahwa nisbah bukanlah masalah yang harus dirasakan kepuasannya, karena dari nisbah itu juga perlu dikhawatirkan jika usaha yang diberi investasi mengalami down, maka kerugian akan ditanggung bersama. Apalagi jika terjadi pihak yang lepas tangan, tentu akan semakin memberatkan.


KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan yang dapat diambil pembahasan yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:
• Bagi Hasil secara signifikan mempengaruhi Jumlah Simpanan Deposito Mudharibah. Hal tersebut dibuktikan dengan lolos dari hasil uji t, yang berarti secara pasrsial variabel Basi Hasil mempengaruhi secara signifikan terhadp variabel Jumlah Nasabah Deposito Mudharabah. Berdasarkan hasil uji t di atas dapat diketahui bahwa bagi hasil deposito 12 bulan (t= 2.071) dan keberadaan kantor (t= 9.296) berpengaruh positif dan signifikan dalam mempengaruhi variabel jumlah nasabah deposito Mudharabah dan berpengaruh negatif terhadap bagi hasil deposito 6 bulan yaitu (t=-2.094).
• Berdasarkan hasil uji statistik F di atas maka dapat diketahui bahwa semua variabel indevenden ( bagi hasil 6 bulan, bagi hasil 12 bulan dan keberadaan kantor ) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap jumlah nasabah deposito di BPR Syariah Amanah Ummah.
• Berdasarkan hasil koofesien determinasi (R²) sebesar 0,557 yang berarti jumlah nasabah Mudharabah pada BPR Syariah Amanah Ummah mampudijelaskan oleh variabel indevendent sebesar 55,7% dan sisanya sebesar 45,3% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian ini.
• Berdasarkan dari hasil wawancara menunjukkan bahwa sistem bagi hasil memberikan manfaat kepada nasabah, lebih-lebih manfaat sebagai seorang muslim atau manfaat karena faktor agama. Manfaat yang dirasakan adalah nasabah dapat terhindar dari sistem bunga yang diyakini mengandung riba. Selain itu manfaat lain yang dapat dirasakan adalah adanya manfaat sosial bagi orang-orang yang membutuhkan dana. Dengan sistem bagi hasil yang mengakui adanya persamaan hak baik bagi nasabah, bank, maupun orang yang membutuhkan dana tidak akan merasa berat sepihak karena akan ditanggung secara bersama-sama.
Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:
• Bagi pemerintah hendaknya ikut serta dalam hal memasyarakatkan bank syariah, misalnya dengan cara seminar khususnya mengenai operasional bank syariah serta perbedaannya dengan bank konvensional.
• Bagi BPR Syariah Amanah Ummah.
• Hendaknya tidak membesar-besarkan masalah halal dan haram dari bunga bank saja dalam melakukan promosi, tetapi juga manfaat serta nilai tambah yang ditawarkan oleh sistem syariah itu sendiri.
• Memberikan pengertian bagi masyarakat atau calon nasabah mengenai apa, bagaimana operasionalnya, serta tujuan dari bank syariah itu sendiri agar masyarakat dan calon nasabah menjadi semakin yakin mengenai produk syariah.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Agama RI, 2007,Al-Aliyy Al-quran dan terjemahnya, Bandung: Diponegoro.
Firdaus, Muhammad, dkk. 2005. Fatwa-Fatwa Ekonomi syariah Kontemporer. Jakarta: Renaisan.
Hamidy, Zainuddin dan Fachruddin. 1980. Tafsir Quran. Cetakan kedelapan (edisi khusus). Jakarta: PT Bumirestu.
Haryanto, Rudy. 2010. “Bagi Hasil dan Bank Syariah (Solusi terhadap Bunga Bank).” Al-Ihkam Volume V No. 2.
Hassan, Zubair. 2009. “International Journal of Banking and Finance.”
Karim, Adiwarman. 2007. Bank Islam. Jakarta: PT. Rajagrafindo persada.
Karim, Adiwarman A, dan Adi Zakaria Affif, "Islamica Banking Consumer Behavior in Indonesia, A Qualitative Approach,"
Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan
http://mui.or.id/wp-content/uploads/2014/11/32.-Bunga-InterestFaidah.pdf
http://www.amanahummah.co.id
Muhammad Syafi’I Antonio, Bank Syariah Dari Teori ke Praktek, ( Jakarta: Gema Insani Press,2001) hal. 90
Moh. Nazir, Metode Penelitian ( Bogor : Ghalia Indonesia, 2011)

Comments

Popular posts from this blog

Wakalah, Hiwalah dan Kafalahah, Hiwalah dan Kafalah

Indikator Keberhasilan Pembangunan Dalam Perspektif Islam

Magnet Bumi Berubah: Kelak, Matahari Terbit dari Barat!