Mengenal Aneka Jenis Virus

Virus Zika kembali menghebohkan dunia. Setelah tahun lalu mengguncang Brazil dan Amerika Latin, kini virus ini mewabah di Singapura. Sejumlah negara kontan mengeluarkan travel warning untuk berhati-hati mengunungi tetangga kita,, terutama bagi kalangan ibu hamil.

Untuk diketahui, virus Zika hanyalah satu dari sekian banyak jenis virus yang ada. Kata virus sendiri, menurut HM Akin (2005), berasal dari bahasa Latin virion yang berarti 'racun', pertama kali digunakan tahun 1392. Tahun 1728, definisinya berubah menjadi "agen yang menyebabkan infeksi penyakit." Secara eksperimenta, keberadaan pertama kali ditemukan oleh Dmitri Ivanovsky 1892.

Virus adalah parasit mikroskopik yang menginfeksi makhluk hidup. Bersifat parasit obligat, ia hanya dapat bereproduksi dalam material hidup dengan menyerang dan memanfaatkan sel hidup. Karena tidak memiliki perlengkapan reproduksi sendiri, statusnya serng dipertanyakan. Sifat ini pula yang membuat virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu pada manusia (virus influenza dan HIV), hewan (virus flu burung), atau tanaman (virus mosaik tembakau/TMV).

Virus mosaik tembakau merupakan virus yang pertama kali divisualisasikan dengan mikroskop elektron.

Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme tidak berinti sel).

Virus telah menginfeksi sejak zaman sebelum Masehi. Ini terbukti dengan adanya beberapa penemuan dan laporan mengenai infeksi virus dalam hieroglif di Memphis, ibu kota Mesir kuno (1400 SM) yang menunjukkan adanya penyakit poliomyelitis. Selain itu, Raja Firaun Ramses V meninggal pada 1196 SM akibat terserang virus smallpox (cacar).

Virus termasuk organisme subseluler. Ukurannya sangat kecil, hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. Dimensinya lebih kecil daripada bakteri sehingga virus tidak dapat disaring dengan penyaring bakteri. Virus terkecil berdiameter 20 nm (lebih kecil daripada ribosom), sedangkan virus terbesar (100 nm) pun sukar dilihat mikroskop cahaya, kata Campbell et al. (2002).

Menurut Wagner (2008), genom virus dapat terdiri dari DNA untai ganda, DNA untai tunggal, RNA untai ganda, atau RNA untai tunggal. Asam nukleatnya dapat berbentuk linear tunggal atau sirkuler. Jumlah gennya bervariasi, empat hingga ratusan. Materi genetik virus hewan dan manusia umumnya berupa DNA, sementara virus tumbuhan biasanya RNA beruntai tunggal.

Menurut sifat infesinya, virus terbagi dua macam. Pertama, infeksi akut, berlangsung dalam jangka waktu cepat, namun dapat berakibat fatal. Dampaknya dapat sembuh tanpa kerusakan (sembuh total); sembuh dengan kerusakan/cacat, misalnya polio; berlanjut kepada infeksi kronis; dan kematian.
Kedua, infeksi kronis, muncul berkepanjangan sehingga ada risiko gejala penyakit muncul kembali.

Contohnya: infeksi seumur hidup seperti Cytomegalovirus (CMV); periode diam cukup lama sebelum munculnya penyakit seperti HIV; reaktivasi yang menyebabkan infeksi akut seperti shingles; penyakit kronis yang berulang (kambuh) seperti HBV, HCV; dan pemicu kanker seperti HTLV-1, HPV, HBV, HCV, HHV. [Dedi Junaedi]

Comments

Popular posts from this blog

Wakalah, Hiwalah dan Kafalahah, Hiwalah dan Kafalah

Indikator Keberhasilan Pembangunan Dalam Perspektif Islam

Analisis Kualitas Pelayanan Lembaga Amil Zakat Terhadap Loyalitas Muzaki di Jabotabek