Nobel Kedokteran 2016 Diraih Ilmuwan Jepang

Stockholm, Sains Indonesia -- Komite Nobel di Swedia Karolinska Institutet memutuskan, Nobel Kedokteran 2016 diberikan kepada ilmuwan Jepang, Yoshinori Ohsumi (71). Ahli biologi sel ini dinilai berjasa dalam penemuan mekanisme autophagy.

Pemenang Hadiah Nobel Kedokteran 2016 diumumkan Senin (3/10) malam di markas Karolinska Institutet, Stockholm, Swedia. ‘’Yoshinori Ohsumi berjasa menemukan mekanisme detoksikasi dan proses daur ulang nutrisi di dalam sel mahluk hidup,’’ ungkap Juleen Zierath, anggota Kkomite Nobel.

Menurut Zierath, sebelum Ohsumi mengumumkan teorinya pada tahun 1990-an, para ilmuwan menduga bahwa sel memiliki tempat pembuangan sampah dalam sel. ‘’Tetapi tidak berupa pusat daur ulang canggih yang Ohsumi ditemukan. Di sini dia menjelaskan pentingnya mekanisme autophagy dalam menjaga kesehatan sel-sel dalam tubuh sehari-hari.’’

Saat pengumuman, Ohsumi sendiri masih berada di laboratoriumnya. ‘’Saya terkejut. Saya tidak pernah menduganya,’’ ucapnya ketika dikontak Adam Smith, dari Nobel Media Relation di Stockholm. Ohsumi selalu percaya bahwa fungsi yang paling mendasar dari sel harus dilestarikan, dari mulai makluk paling sederhana seperti khamir hingga makhluk tingkat tinggi sebangsa mamalia.

Meski sudah mendalaminya selama lebih 20 tahun, Ohsumi mengaku belum tuntas mempelajarinya. Setiap hari, jelasnya, kita harus mengganti sekitar 200-300 gram dari protein dalam tubuh kita. Setiap dua sampai tiga bulan, setiap protein dalam tubuh kita harus diganti atau didaur ulang melalui proses autophagy.

‘’Kita makan protein setiap hari, sekitar 70 gram. Sejaitinya, ini tidak cukup untuk memenuhi persyaratan untuk membuat protein baru. Berkat kerja mesin autophage ini kita dapat menjaga berumur panjang. Mereka mendaur ulang protein yang rusak sehingga makhluk hidup seperti kita dapat tumbuh, berkembang dan bertahan hidup,’’ tegas Ohsumi.

Atas jasa ilmiahnya yang luar biasa bidang kedokteran, ilmuwan Jepang itu berhak atas hadiah senilai 8 juta kronor Swedia atau setara dengan US$ 936.000.
[Dedi Junaedi]

Comments

Popular posts from this blog

Wakalah, Hiwalah dan Kafalahah, Hiwalah dan Kafalah

Indikator Keberhasilan Pembangunan Dalam Perspektif Islam

Magnet Bumi Berubah: Kelak, Matahari Terbit dari Barat!