Telekop Raksasa China Masuk Tahap Pengujian

Guizhou, Sains Indonesia – Teleskop radio Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope (FAST) telah mulai mengoperasikan sejak Ahad lalu (25/9) dan mulai masuk tahap pengujian. Menurut laporan ilmuwan China, teleskop radio terbesar di dunia itu telah menerima sinyal pertamanya dari luar angkasa.

Dengan diameter 500 meter, teleskop milik FAST itu kini menjadi yang terbesar di dunia, mengalahkan Arecibo Observatory di Puerto Rico yang beroperasi dengan dana National Science Foundation (NSF) Amerika Serikat. Teleskop itu dua kali lebih sensitif dibanding Arecibo Observatory dan memiliki reflektor seluas 30 kali lapangan sepak bola.

Sebagaimana dilansir BBC (30/9), Wakil Manajer Proyek Teleskop FAST Profesor Peng Bo mengatakan, diperlukan waktu tiga tahun untuk mengkalibrasi instrumen tersebut sampai beroperasi secara penuh. "Ini sangat menarik, teknologi ini adalah bagian dari upaya China untuk menjadi negara adidaya sains,” papar Peng Bo.

"Selama bertahun-tahun, kita harus pergi ke luar China untuk melakukan observasi. Tapi kini kita memiliki teleskop terbesar di dunia. Orang-orang tidak sabar untuk menggunakannya,” jelas Peng Bo sumringah.

Karena ukurannya yang super besar, teleskop ini mampu mengumpulkan sinyal dari titik-titik semesta terjauh. “Alat ini mampu mendeteksi gelombang radio dari tiga pulsar, yaitu bintang-bintang yang sangat padat dan berputar dengan cepat. Ini adalah target kunci bagi tim,” lanjutnya.

Peng Bo juga mengatakan, masih banyak hal yang harus dilakukan oleh tim sebelum teleskop bisa berfungsi secara penuh. Seperti aktivitas pengujian, penyetelan dan kalibrasi. Namun Ia menegaskan bahwa timnya tetap akan dapat melakukan berbagai penelitian dalam fase pengujian tersebut.

Teleskop FAST dibangun di antara dua tebing di kawasan pegunungan Guizhou, barat daya Cina, dengan menghabiskan dana sekitar Rp 2,5 triliun. Pembangunannya membutuhkan waktu lima tahun. Teleskop ini merupakan proyek ambisius Observatiorium Astronomi Nasional Cina.

Menanggapi beroperasi teleskop ini, Wakil Perdana Menteri China, Liu Yandong, seperti dilansir Xinhua (28/9), meminta para ilmuwan di negaranya untuk bersikap terbuka dengan kerja sama bersama ilmuwan lain. “Kami berharap teleskop itu akan membantu ilmuwan dari mana pun di dunia untuk menemukan hal baru dalam astronomi dan keantariksaan,” jelas Liu Yandong.

Faris Sabilar Rusydi

Comments

Popular posts from this blog

Wakalah, Hiwalah dan Kafalahah, Hiwalah dan Kafalah

Indikator Keberhasilan Pembangunan Dalam Perspektif Islam

Magnet Bumi Berubah: Kelak, Matahari Terbit dari Barat!