UNICEF: 75 Ribu Anak Nigeria Terancam Mati Kelaparan

Bama, Gontornews — Badan kemanusiaan khusus anak-anak di bawah naungan PBB (UNICEF) mengatakan, 75 ribu anak-anak bisa mati dalam krisis kelaparan di Nigeria. Kelaparan ini mengancam wilayah di bekas kubu militan Boko Haram di timur laut Nigeria, jika mereka tidak menerima bantuan segera, demikian seperti dilansir Reuters, Sabtu (1/10).

Keadaan ini terjadi akibat pengaruh dari operasi yang kerap dilancarkan oleh para militan Boko Haram. Selama tujuh tahun kelompok ini muncul dan melancarkan aksinya, dua juta warga di Afrika Barat terpaksa meninggalkan rumah, terutama para petani yang memproduksi bahan makanan. Mereka harus meninggalkan wilayahnya karena khawatir dengan keselamatannya.

Menurut UNICEF, pemberontakan tujuh tahun di wilayah tersebut telah menewaskan lebih dari 15 ribu orang dan lebih dari dua juta lainnya mengungsi. PBB menyerukan supaya militer mengawal bantuan untuk menjangkau daerah-daerah yang terkena dampak krisis, yang telah diperburuk oleh kenaikan harga pangan dan cadangan pangan yang langka.

“Sebanyak 75 ribu itu adalah dari tiga daerah yaitu Borno, Yobe dan Adamawa,” kata juru bicara UNICEF Patrick Rose, mengacu pada jumlah anak di daerah-daerah yang bisa mati tahun depan.

Di samping itu, UNICEF juga memprediksi sekitar 400 ribu anak usia di bawah lima tahun akan menderita gizi buruk akibat konflik berkepanjangan. Selain itu lebih dari empat juta orang menghadapi kekurangan pangan yang parah di wilayah itu.

Medecins Sans Frontieres atau MSF mengatakan tingkat tertinggi anak-anak kelaparan berada di kamp-kamp di Maiduguri, bagian timur laut kota bebas konflik di mana pekerja bantuan telah aktif selama dua tahun.

“Angka kematian adalah lima kali lebih tinggi dari apa yang dianggap darurat, dengan penyebab utama kelaparan,” kata MSF dalam pernyataannya.

Sementara itu, badan kemanusiaan melaporkan di kota Bama, Nigeria, telah ditemukan kuburan-kuburan yang berisi jenazah dari 430 anak-anak. Mereka kehilangan nyawanya dalam beberapa pekan terakhir akibat kelaparan.

Untuk itu UNICEF akan meningkatkan misi kemanusiaannya untuk membantu anak-anak yang kekurangan gizi di wilayah tersebut. Jumlah persediaan makanan pun ditargetkan sekitar 115 juta USD, lebih besar dua kali lipat dari jumlah sebelumnya sebesar 55 juta USD.

UNICEF baru menerima sekitar 28 juta USD dari bantuan yang ditargetkan, sehingga bisa menjadi hambatan serius untuk rencana UNICEF tersebut. [Ahmad Muhajir/Rus]

Comments

Popular posts from this blog

Wakalah, Hiwalah dan Kafalahah, Hiwalah dan Kafalah

Indikator Keberhasilan Pembangunan Dalam Perspektif Islam

Mengenal DNA Mitokondria