Sabuk Asteroid

Oleh Dedi Junaedi
Wartawan dan Dosen Ekonomi Islam INAIS Bogor

Awal tahun ini, masyarakat astronomi ramai memperbincangkan keunikan sabuk asteroid. Antara lain adanya jejak air yang belimpah dan tanda-tanda adanya prasyarat kehidupan seperti di planet Bumi.
Adik-adik tahu, apa itu sabuk asteroid? Sabuk asteroid adalah gugusan melingkar di Tata Surya terletak kira-kira antara orbit planet Mars dan Jupiter. Di dalamnya terdapat banyak benda langit yang umumnya berbentuk tidak beraturan yang disebut asteroid. Nama lainnya adalah planet kerdil, planet minor atau planet katai (dwarf planet).
Sabuk asteroid juga disebut sabuk asteroid utama atau sabuk utama, untuk membedakannya dari populasi asteroid lain di tata surya seperti asteroid dekat Bumi, asteroid Trojan, atau Sabuk Kuiper.
Dalam sabuk asteroid terdapat lebih dua juta asteroid dengan ukuran beragam. Tetapi, menurut Matt Williams dalam What is the Asteroid Belt? (2015), sekitar setengah massa sabuk terkandung dalam empat asteroid terbesar. Yaitu, Ceres, Vesta, Pallas, dan Hygiea. Secara keseluruhan total massa total dari sabuk asteroid adalah sekitar 4% yang dari Bulan, atau 22% yang dari Pluto, dan kira-kira dua kali lipat dari bulan Pluto Charon (yang berdiameter 1.200 km).
Asteroid terbesar adalah Ceres. Planet kerdil ini berbentuk bulat dan memiliki diameter sekitar 950 km. Volumenya mencakup sepertiga massa sabuk asteroid. Sedangkan Vesta, Pallas, dan Hygiea memiliki diameter rata-rata kurang dari 600 km. Selebihnya adalah gugusan asteroid kecil-kecil.
Bahan asteroid begitu tipis seperti partikel debu. Banyak pesawat ruang angkasa tak berawak dapat menembusnya tanpa insiden, tulis Brian Koberlein dalam Why the Asteroid Belt Doesn't Threaten Spacecraft (2014). Meskipun demikian, tabrakan antara asteroid besar pernah terjadi, dan dapat membentuk keluarga asteroid yang anggotanya memiliki karakteristik orbital yang sama dan komposisi. Aneka asteroid dalam sabuk asteroid dapat dikategorikan ke dalam tiga kelompok dasar: karbon (C-type), silikat (S-tipe), dan kaya logam (M-type).
Menurut sejarahnya, Asteroid belt terbentuk dari nebula surya primordial sebagai kelompok planetesimal. Planetesimal adalah prekursor lebih kecil dari protoplanets. Karena posisinya terletak antara Mars dan Jupiter, bagaimanapun, gangguan gravitasi dari Jupiter lebih dominan. Akibat tabrakan keras gugusan planetesimal dan sebagian besar protoplanets hancur. Akibatnya, 99,9% dari massa asli sabuk asteroid hilang dalam pertama 100 juta tahun sejarah Tata Surya. Beberapa fragmen akhirnya menemukan jalan masuk ke bagian dalam Tata Surya. Sebagian besar lain menjadi sabuk asteroid yang terperangap antara Mars dan Yupiter, sebagian lain terpental luar tata surya menjadi obyek Centaur, Sabuk Kuiper, dan awan Oort.
Ceres ditemukan 1 Januari 1801 oleh Giuseppe Piazzi dari Palermo, Italia. Ketika pertama kali ditemukan, Ceres bukan asteroid. Ia dikelompokkan sebagai planet bersama beberapa obyek lain seperti Palas, Juno dan Vesta yang ditemukan kemudian. Setelah direevaluasi oleh para astronom, obyek-obyek ini kemudian disebut sebagai asteroid pada 1859.
Hampir 1,5 abad kemudian, Ceres kembali dievaluasi. Bersama Pluto, ia ditempatkan sebagai planet katai. Penyebabnya, adalah semakin banyak obyek serupa Pluto ditemukan di area Sabuk Kuiper. Dan beberapa di antaranya hampir seukuran Pluto dan ada yang lebih besar dari Pluto. Maka, definisi ulang planet pun dilakukan.
Mengorbit Matahari setiap 4,6 tahun, Ceras tak memiliki musim seperti halnya planet lain, mengingat kemiringan sumbu rotasinya hanya 4º. Obyek yang pernah jadi planet kemudian asteroid terbesar dan sekarang planet katai juga diketahui merupakan protoplanet atau embrio planet.
Berbeda dengan asteroid lain, Ceres memiliki syarat menjadi sebuah planet. Dia terbentuk bersama planet lainnya 4,6 milyar tahun lalu. Seperti juga Bumi, dia tjuga ersusun atas batuan dan air. Penyelidikan terakhir menunjukkan Ceres memiliki banyak sumber air. Potensinya bahkan lebih banyak dari air yang ada di Bumi.

Dedi Junaedi

Comments

Popular posts from this blog

Wakalah, Hiwalah dan Kafalahah, Hiwalah dan Kafalah

Indikator Keberhasilan Pembangunan Dalam Perspektif Islam

Mengenal DNA Mitokondria