Dubai Siapkan Kereta Supercepat Hyperloop

Setelah sukses dengan Burj Khalifa dan Palm Island, Dubai kembali bersiap membangun mercusuar baru. Jalur kereta supersonik Hyperloop yang direncakan mulai beroperasi tahun 2020.

Rencana ambisius bernilai multi-miliar dolar AS itu akan memangkas waktu tempuh perjalanan Dubai - Abu Dhabi, sekitar 150 km, menjadi waktu 12 menit saja. Hyperloop, digadang-gadang akan menjadi kereta supercepat generasi kelima, akan melesat dengan kecepatan 750-1.200 km per jam.
Kecepatan Supersonik
Dalam Middle East Rail Conference di Burj Khalifa, Dubai, Selasa (6/3), Chief Executive Officer (CEO) Hyperloop One, Rob Lloyd, mengungkapkan bahwa pihaknya akan memperkenalkan sistem operasional Hyperloop pertama yang sanggup membawa penumpang special pod pada kecepatan supersonik 1.200 km per jam. Jauh lebih cepat dari Shinkasen dan Maglev. Bahkan lebih cepat dari pesawat Boeing 747 yang sekitar 825 km/jam.
‘’Jadi, perjalanan dari Dubai ke Abu Dhabi cukup 12 menit,’’ ujanya. Menurut Rob Lloyd, saat ini pihaknya sedang menyelesaikan kontruksi untuk test site pertama Hyperloop di gurun Nevada, sekitar 30 menit dari Las Vegas. AS. “Tahun depan, proyek percontohan itu akan selesai,” tegasnya.
Dalam jalur biasa, dua kota terbesar di kawasan Uni Emirat Arab itu biasa ditempuh dua jam dengan kendaraan tercepat. Sistem kereta ultracepat itu diharapkan tak hanya menjadi solusi transportasi masa depan yang akan mengintegrasikan kota-kota emirat, melinkan juga menjadi transportasi cepat alternatif yang akan menghubungkan kota-kota penting sekitar regional jazirah Arab.
Pemerintah Dubai bekerjasama dengan perusahaan AS, Hyperloop Transportation Technologies (HTT) dan Hyperloop One (HO). Kereta ini memakai teknologi baru levitasi-elektromagnetik yang memungkinkan kereta melesat tanpa roda. Gerbong kereta dirancang seperti kapsul atau special pod yang siap melesat dalam lintasan medan levitasi pasif di terowongan baja hampa udara.
Bayangkan, jika sistem Hyperloop dibangun di Indonesia. Maka, Jakarta-Surabaya dapat ditempuh dalam waktu kurang dari satu jam. Orang Surabaya dapat bekerja di Jakarta tanpa harus kos atau mengontrak rumah. Sebaliknya, orang Jakarta dapat mengotrol kegiatan bisnis di Jawa Timur tiap hari.
Sistem Hyperloop
Hyperloop adalah konsep sistem transportasi berkecepatan tinggi yang awalnya dirintis oleh wiraswasta Elon Musk dengan modal 160 juta dolar AS. Miliarder ini juga merupakan pendiri perusaan Tesla (mobil listrik) dan SpaceX (kendaraan antariksa).
Dirintis Robert Goddard (AS) tahun 1910, Hyperloop adalah solusi inovasi mengatasi masalah tekanan dan perangkat transportasi tabung vakum. Fisikawan Princeton, Gerard K O'Neill, lantas mengembangkan sistem kereta antarbenua dengan basis propulsi magnetik. 1981, dia menulis mimpinya dalam buku "2081: A Hopeful View of the Human Future."
Agustus 2013, ditawarkan konsep transportasi Hyperloop untuk Los Angeles - San Fransisco. Rute sejauh 560 km itu dapat ditempuh 35 menit dengan kereta berkecepatan 970-1.220 km/jam. Untuk membangunnya butuh investasi sekitar US$7,5 miliar.
Belakangan, teknologi Hyperloop dinyatakan open source oleh pihak Musk dan SpaceX. Maka, berkembanglan beragam industri publik ikut mengembangkan gagasan tersebut. Sejumlah perusahaan tumbuh. Antara lain HO, HTT, dan TransPod. HTT dan HO bermarkas di Los Angelos dan dirintis oleh 600 professional muda lintas disiplin ilmu di Amerika. Sedang TransPod bermarkas di Kanada.
Setelah menandatangani perjanjian dengan DP World pada Agustus 2016, pihak Hyperloop One (HO) bergegas memulai pembangunan sistem transportasi berbasis Dubai-Abu Dhabi. ‘’Fokus pertama kami adalam pemangunan stasiun Pelabuhan Jebel Ali, kemudian secara bertahap membangun jaringan transportasi darat antar dua kota emirat terpenting, untuk kemudian diperluas untuk mencakup emirat lainnya," kata CEO Hyperloop One.
Transportasi di Jazirah Arab
"Sebagai pusat transportasi global, mengejar pelaksanaan Hyperloop di UAE masuk akal,’’ tambahnya. Dia mengapresiasi sikap para pemimpin UEA memahami urgensi transportasi massal supercepat. Dia yakin, moda baru ini dapat mengakselerasi pembangunan dan mengubah kehidupan negara-negara di seluruh kawasan teluk (GCC).
Rob Lloyd percaya, secara teknologi, sistem tranportasi modern Hyperloop dapat dibangun di kawasan UAE dalam lima tahun ke depan. Secara khusus, pihak HO berbicara ke publik usai penandatanganan kesepakatan kerjasama antara perusahaannya dengan Roads and Transport Authority Dubai di Burj Khalifa.
‘’Perjanjian kontrak kemitraan sudah dibuat antara Hyperloop One dengan RTA untuk melakukan studi pra-kelayakan," tambah co-pendiri perusahaan dan Direktur Teknik Hyperloop One, Josh Giegel.
Menurutnya, studi itu akan memakan waktu antara 90 sampai 120 hari. Setelah itu, akan berlanjut ke penentuan stasiun dan rute mana yang hendak dibangun dalam jaringan transportasi supercepat tersebut. Untuk tahap awal, uji coba pembangunan jalur akan menggunakan trek lintasan 20-30 km.
Selanjutnya, HO dan RTA akan mengembangkan pembangunan sistem transportasi pada lokasi-lokasi yang potensial. Kelak, jalur Dubai dan Fujairah akan ditempuh kurang dari 10 menit. Sementara Dubai ke Riyadh dapat direngkuh dalam waktu 40 menit saja.
Proyek ini akan dibagi dalam tiga fase, dengan fokus pertama pada menciptakan jaringan di Dubai. Hal ini kemudian akan menghubungkan dengan Abu Dhabi dan tahap akhir adalah memperluas jaringan ke seluruh negara GCC.
Meski belum selesai rancangan modelnya, pihak HO sudah mempresentasikan video perjalanan antara stasiun potensial di Etihad Towers dan Burj Khalifa. Dipertontonkan, bagamana para penumpang kereta Hyperloop dapat melakukan reservasi perjalanan melalui layanan online berbasis smartphone. Penyedia jasa KA supercepat juga dapat menjajakan layanan door-to-door ke calon penumpang. Di mana pun mereka berada.
Melalui aplikasi khusus, calon penumpang akan diberitahu nomor reservasi plus kode pod-nya. Sampai stasiun, mereka akan masuk ke pod --yang dapat dimodifikasi untuk membawa kargo, kendaraan atau aneka tempat duduk. Pod berdiameter 2,3 meter lantas bergerak masuk dan melesat dalam loop berupa terowongan levitasi magnetik hampa berlapis baja. Jalur terowongan dibuat dalam dua model, bawah tanah dan atas permukaan tanah.
"Bayangkan, kelak, dari villa di Dubai, Anda hanya perlu 48 menit untuk sampai Riyadh. Itulah janji Hyperloop One," tambah Giegel.
Sejauh ini, harga tiket belum ditetapkan, tetapi Mattar Al Tayer, Dirjen RTA, menjamin dapat "terjangkau" dan sepadan dengan fasilitasnya. ‘’"Ini kesempatan baik. Dengan Hyperloop, kita menyongsong era transportasi baru sesuai Visi UEA 2021," tegasnya.
Rute Lain Hyperloop
Sebelumnya, HO telah merancang rute Helsinki dan Stockholm melalui tunnel sepanjang 500 km di bawah Laut Baltik. Kepada Rusia dan Cina, HO mengsulkan jalur supercepat Hunchun (China) - Zarubino (Rusia).
Di Eropa, jalur Paris - Amsterdam telah diajukan oleh Delft Hyperloop. Sementara tim Warsaw University of Technology dan Hyper Poland tengah mengevalusi jalur potensial Cracow - GdaƄsk.
Sementara itu, HTT mendapat komitmen untuk jalur Bratislava, Vienna dan Budapest. Kemudian rute Bratislava—Brno—Prague di Eropa Tengah. Belakangan, HTT juga mendapat Letter of Intent (LOI) untuk menangani rute Chennai - Bengaluru. Jarak 345 km ditempuh sekitar 30 menit. Kemudian bekerjasama dengan Dinclix GroundWorks' (DGW) Hyperloop, akan menangani koridor Mumbai - Delhi, melewati Indore, Kota dan Jaipur.

Di Kanada, TransPod sedang mengeksplor kemungkinan rute Hyperloop untuk Toronto - Montreal, sebagai alternatif dari Highway 401, yang tercatat sebagai lalulintas terpadat di Amerika Utara.
Dedi Junaedi

Comments

Popular posts from this blog

Wakalah, Hiwalah dan Kafalahah, Hiwalah dan Kafalah

Indikator Keberhasilan Pembangunan Dalam Perspektif Islam

Magnet Bumi Berubah: Kelak, Matahari Terbit dari Barat!