Mengenal Telekskop

Belum lama diberitakan, astronom NASA berhasil menemukan planet luar mirip Bumi. Mereka dapat mengenali benda langit itu dengan bantuan teleskop antariksa Spitzer. Adik-adik, tahu apakah teleskop?
Teleskop kadang disebut juga teropong. Dia alat bantu atau instrumen untuk melihat benda-benda dari jarak jauh. Tesekop umumnya dipakai untuk mengamati benda-benda langit, seperti bulan, planet, bintang, dan gugusan bintang atau galaksi.
Merupakan alat paling penting dalam pengamatana stronomi, teleskop bekerja dengan mengumpulkan radiasi elektromagnetik dan sekaligus membentuk citra dari bendayang diamati. Teleskop. Selain untuk kepentingan astronomi, ada juga teleskop optik yang busa dipakai untuk kalangan umum. Antara lain teleskop transit, monokular, binokular, lensa kamera, atau keker. Teleskop memperbesar ukuran sudut benda, dan juga kecerahannya.
Galileo Galilei adalah yang pertama menggunakan teleskop untuk kepentingan astronomis. Pada awalnya teleskop dibuat hanya dalam rentang panjang gelombang cahaya tampak saja (seperti yang dibuat oleh Galileo, Newton, Foucault, Hale, Meinel, dan lainnya), kemudian berkembang ke panjang gelombang radio setelah tahun 1945, dan kini teleskop meliput seluruh spektrum elektromagnetik, termasuk sinar X dan gamma, seiring perkembangan riset antariksa.
Penemuan atau prediksi akan adanya pembawa informasi lain (gelombang gravitasi dan neutrino) membuka spekulasi untuk membangun sistem deteksi bentuk energi tersebut dengan peranan yang sama dengan teleskop klasik. Kini sudah umum untuk menyebut teleskop gelombang gravitasi ataupun teleskop partikel berenergi tinggi.

Perakitan teleskop.
Selain teleskop bintang, ada juga teropong bumi. Teropong bumi dikenal juga dengan sebutan teropong medan atau teropong yojana. Teropong ini mampu menciptakan bayangan akhir yang tegak pada arah benda semula. Hal ini bisa didapatkan dengan memanfaatkan lensa cembung ketiga yang diletakkan di antara lensa objektif serta lensa okuler. Lensa cembung ketiga ini fungsinya untuk melakukan pembalikan bayangan, namun tidak memberikan efek pembesaran. Itulah mengapa, lensa ketiga ini disebut dengan lensa pembalik.
Nah, teropong yang menggunakan lensa pembalik disebut juga teropong prisma. Lensa pembalik ini berfungsi untuk menghasilkan bayangan akhir yang tegak. Akibatnya, teropong bumi biasanya cenderung lebih panjang. Guna menghindarinya, maka dilakukan penggantian lensa pembalik denga menggunakan dua prisma siku-siku sama kaki. Prisma ini diletakkan di antara lensa objektif dan lensa okuler. Prisma berfungsi sebagai pembalik bayangan dengan memberikan pantulan yang yang sempurna.
Teleskop bekerja dengan cara menangkap gambar melalui bantuan radiasi elektromagnetik panjang gelombang yang bisa menembus lapisan atmosfer. Berdasarkan objeknya, teleskop dibagi menjadi tiga jenis, yaitu teleskop refraktor (dioptrik), reflektor (catoptrik), dan catadioptrik (gabungan refraktor dan reflector). Teleskop jenis refraktor menggunakan dua buah lensa objektif. Teleskop jenis reflektor menggunakan cermin cekung. Teleskop catadioptrik menggunakan cermin dan lensa.
Di era modern, di antara teleskop yang populer adalah Hubble, Kepler, dan Spitzer. Teleskop ini dipasang di luar angkasa untuk mengirim gambar dengan menggunakan gelombang elektomagnetik. Gelombang tersebut akan ditangkap oleh bumi dengan hasil yang jernih. Jadi, teleskop ini membantu manusia untuk mengamati benda-benda di luar angkasa.
Indonesia memiliki tempat untuk melakukan pengamatan luar angkasa menggunakan teropong bintang. Namanya, Observatorium Bosscha. Berlokasi di Lembang, Bandung, Jawa Barat, observatorium ini dibangun oleh Pemerintahan Belanda tahun 1923-1928. Observatorium ini melakukan publikasi internasional pertama tahun 1933. Tahun 1951, pengelolaan observatorium ini diserahkan ke Indonesia dan mulai 1959 dikelola ITB.
Observatorium Bosscha memiliki lima buah teropong bintang. Antara lain adalah teleskop Refraktor Ganda Zeiss, Teleskop Schmidt Bima Sakti, Teleskop Refraktor Bamberg, Teleskop Cassegrain GOTO dan Teleskop Refraktor Unitron. Teleskop terakhir sering digunakan untuk melakukan pengamatan pada kemunculan hilal atau bulan untuk penentuan awal Ramadhan atau hari raya Iedul Fitri dan Iedul Adha.

Dedi Junaedi

Comments

Popular posts from this blog

Wakalah, Hiwalah dan Kafalahah, Hiwalah dan Kafalah

Indikator Keberhasilan Pembangunan Dalam Perspektif Islam

Magnet Bumi Berubah: Kelak, Matahari Terbit dari Barat!