Pertanian Masa Depan

Oleh Dedi Junaedi
Wartawan dan Dosen INAIS Bogor

Beberapa tahun belakangan, minat generasi muda terhadap pertanian relative rendah. Sejumlah program studi pertanian di beberapa perguruan tinggi juga cenederung menurun. Pertanian dicitrakan sebagai sumber kemiskinan dan tidak punya prospek masa depan. Common sense publik seolah mengatakan bidang pertanian bukanlah wilayah kajian yang menarik.
Tetapi, pandangan itu tidak berlaku bagi futurolog kondang Thomas Frey. Menurutnya, pertanian justru punya prospek amat cerah. Dia berani meramal petani akan menjadi profesi yang keren di masa depan. Studi pertanian akan menjadi pilihan paling bergengsi di masa depan. Agribisnis dan agroindustri akan menjadi garapan primadona perekonomian.
Lima atau sepuluh mendatang, menurut pendiri DaVinci Institute, wajah kumuh pertanian akan berubah total menjadi wajah-wajah cerah nan prospektif. Bila pertanian sekarang diilustrasikan dengan gambar-gambar traktor dengan asap mengepul ke udara. Kelak, mesin-mesin traktor akan lebih berwawasa lingkungan. Sistem penyaluran gas buang dan knalpot traktor akan dibenamkan ke lahan-lahan, Bahan polutan akan dimodifikasi menjadi zat adiktif untuk memperkaya unsure hara tanah-tanah pertanian. Dengan demikian, selain menurunkan biaya operasi pengolahan lahan, traktor akan menjadi penekan kebutuhan pupuk kimia sekaligus solusi mengatasi pencemaran udara. Teknik baru yang dikembangkan oleh Gary Lewis dari Bio Agtive di Kanada, kini sedang diujicoba pada 100 sentra pertanian di seluruh dunia.
Cerita lama tentang lebarnya gap waktu antara penemuan inovasi dan adaptasi penerapannya di lapangan tidak akan lagi berlaku. Tingginya frekuensi komunikasi dan masifnya informasi hingga pesatnya perubahan gagasan telah merambah dunia pertanian. Seperti efek bola salju, perkembangan teknologi dan inovasi akan membuat kegiatan dan budaya pertanian berubah drastic. Era baru pertaian segera datang bersama hadirnya trend inovasi pertanian yang kian mengandalkan tingkat presisi, relevansi, dan kontrol yang lebih mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi sumberdaya dan efektivitas teknologi. Petani tak lagi harus berjam-jam berpeluh di bawah terik matahari, melainkan lebih asyik bermain dengan kendali teknologi. Termauk ketika harus melakukan monitoring pasar, hasil panen, biaya produksi, ketersedian air dan keragaan iklim local dan regional..
Thomas Frey berpandangan ada tiga aspek penting sebagai penggerak sistem pertanian masa depan. Pertama, teknik yang presisi. Kedua, pilihan inovasi yang relevan. Dan, ketiga, pengendalian terpadu.
Mengandalkan Presisi
Kita telah menyaksikan transisi bagaimana jagung dijual dengan sistem gantang, kemudian kini dijual dengan satuan kernel. Satu kemasan karung bersar berisi 80.000 kernel pun telah disesuaikan dengan sekitar 24.000 sampai 30.000 kernel per karung untuk ditanam per hektar lahan, dengan variasi tergantung pada variabel tanah dan kelembaban udara. Satu tongkol mengandung sekitar 800 kernel. Setiap satu biji benih akan tumbuh menjadi pohon dengan beberapa tangkai per pohon, sehingga per kernel jagung bisa menghasilkan panen hingga 3.200 lebih kernel baru..
Traktor dengan kemudi GPS
Sistem GPS memungkinkan petani menanam jauh lebih konsisten dan akurat. Dengan traktor berkemudi GPS-assist, petani dapat melakukan kegiatan budidaya hampir sempurna di ladang, mulai dari penyemaian, penanaman, penyiangan, dan pemanenan. Demikian pula sistem penyemprotan herbisida dan pestisida dapat lebih presisi dengan pelacak GPS.
Perusahaan teknologi pemindai LiDAR (Light Detection and Ranging) seperti Moedus yang berbasis di Denver, misalnya, dapat memiliki akurasi hingga 1 mm, selain juga menambahkan karakteristik pencitraan data tiga dimensi (3D)..
Smart Dust
Contoh lain Smart Dust: Robot sensor debu temuan Kristofer SJ Pister dari University of California pada 2001 memungkinkan petani dapat mendeteksi indikator cahaya, suhu, getaran, komposisi kimia, kelembaban udara dan lain-lain. Sensor nirkabel ini juga bisa ditanam ke dalam tanah untuk memantau aktivitas biofisika dan biokimia setempat.
Para ilmuwan sedang mempelajari penggunaan magnetisme skala nano untuk memantau dan mengendalikan aktivitas biologis, pada tingkat seluler dan bahkan tingkat molekul tunggal. Dengan pancaran medan magnet, gelombang suara, hingga frekuensi sinyal, para petani dapat mulai bereksperimen untuk mengubah karakteristik tanaman, mengusir hama, dan meningkatkan produksi tanaman. Dengan tingkat presisi luar biasa menjadi tidak terbayangkan praktik pertanian masa depan dapat menghasilkan ledakan panen.
Smart Dust generasi pertama memang masih sangat mahal. Tetapi, dengan beberapa siklus inovasi berikutnya, perangkat-perangkat canggh seperti itu kelak akan kian murah seiring dengan maraknya penggunaan di mana-mana.
Revanasi Inovasi
Aspek kedua, menurut Thomas Frey, yang mewarnai pertanian masa depan adalah masalah relevansi. Sebagai ilustrasinya adalah makanan yang baik bisa menciptakan orang yang lebih baik. Akankah pasokan makanan yang lebih baik menyebabkan orang yang lebih sehat, lebih kuat, mampu berpikir lebih baik? Bagaimana membuat pangan yang kita makan sinkron dengan metabolisme unik tubuh kita sendiri?
Metabolisme adalah istilah untuk menggambarkan berbagai reaksi kimia yang terjadi di setiap sel tubuh. Setiap orang punya kecenderungan metabolisme berbeda. Dengan membaca dan memantau reaksi metabolik seseorang terhadap makanan trtentu dapat menyebabkan industri pertanian berkembang yang relevan dengan tuntutan konsumen.


Contoh model smart foods
Smart Food adalah satu konsep pangan masa depan. Seiring tuntutan kebutuhan praktis konsumen, industri pangan akan berkembang dengan basis umpan balik dan sinyal permintaan sesuai karakteristik metabolisme manusia. Sains akan menciptakan sensor reaktif real-time di tubuh kita yang dapat membaca segala informasi gelombang otak, perubahan mikro dalam detak jantung, proses saluran pencernaan, hingga variasi keringat kulit. Pemantauan terhadap ratusan bahkan ribuan nuansa tubuh ini akan diterjemahkan ke dalam pilihan pangan yang pas, lebih sehat dan relevan dengan kebutuhan individu.
Pada era 2030, rumah-rumah cerdas akan dilengkapi sistem pemantauan pribadi yang mampu menghasilkan daftar belanjaan berdasarkan kebutuhan orang-orang yang tinggal di dalamnya. Menu makan yang pas dapat dipesan degan variasi kandungan nustrisinya. Informasi rantai pasok secara lokal dan regional dapat juga dipadukan di dalamnya.
Untuk memenuhi kebutuhan, restoran dan gerai kuliner dapat menyajikan ribuan varia rasa, bentuk, maupun kandungan gizinya. Pelanggan misalnya dapat memesan burger keju dengan kandungan proterin 13,2 persen, 2,7 gram potassium dan 3,6 gram kalsium, ditambah sedikit aroma almond dan pisang.
Kelak, petani dimungkinkan memproduksi stok makanan dengan variasi yang luas. Pertanian dan peternakan akan mengadopsi teknologi baru yang belum terbayang sebelumnya. Sentra pertanian mampu menghasilkan tumbuhan setengah hewan eksotis, vegetasi setengah hewan, tanaman kristal, tanaman udara, dan tanaman non-spesies generik yang dirancang untuk menghasilkan produk dengan komposisi terterntu.
Kendali Variabel
Aspek ketiga yang menjadi pewarna pertanian masa depan adalah adanya sistem kendali dan mekanisme control dalam merespon adanya variasi sumberdaya. Setiap bisnis akan berkembang baik, jika aneka variabel yang berpengaruh dapat dikendalikan. Nah, agriindustri termasuk kelompok industri dengan variabel yang terlalu banyak untuk dapat menghasilkan hasil yang konsisten dari waktu ke waktu.
Sebut saja, mulai dari variabel cuaca, variabel hama, variabel tanah (komposisi mineral), variabel iklim (panjang musim tanam), dan variabel jarak (biaya kirim ke prosesor, distributor, dan konsumen). Kemampuan mengendalikan faktor-faktor variabel itu akan member lompatan luar biasa bagi pertanian masa depan.
Beberapa konsep pertanian telah ditawarkan. Antara lain silo farming, vertical farming, dan urban farming. Konsep-konsep baru bisa jadi akan lahir sebagai kreasi dan solusi untuk mengatasi semakin terbatasnya lahan-lahan produktif di Bumi yang kian sesak dan mennyempit. Bersama dengan itu, lengan-lengan robot pintar diharapkan mampu menuntaskan tugas dan fungsi penting dalam proses penyemaian, penanaman, penyiraman, penyiangan, pemanenan, dan penanganan pascapanen aneka komoditas pertanian, pungkas pendiri sekaligus Direktur Eksekutif DaVinci Institute.
Dedi Junaedi


Silo Farming


Konsep Pertanian Kota

Jagung hibrida dikembangkan untuk mendukung konsep Silo Farming

Comments

Popular posts from this blog

Wakalah, Hiwalah dan Kafalahah, Hiwalah dan Kafalah

Indikator Keberhasilan Pembangunan Dalam Perspektif Islam

Analisis Kualitas Pelayanan Lembaga Amil Zakat Terhadap Loyalitas Muzaki di Jabotabek