Rahasia Otak Manusia

Adik-adik tentu sudah mengenal hebatnya sebuah komputer. Sebuah laptop, notebook, atau PC (personal computer), misalnya, telah banyak membantu manusia dalam aneka proses dan kegiatan bisnis. Pekerjaaan rumit bisa menjadi mudah. Demikian pula masalah pelik dapat dicarikan solusinya secara cepat dan tepat, dengan bantuan berbagai operasi komputer.

Tetapi, perlu adik-adik ketahui, secanggih-canggihnya komputer, belum ada yang bisa mengalahkan kehebatan otak manusia. James D Watson, ilmuwan AS penemu struktur gen (DNA), pernah menyebut bahwa otak merupakan organ paling kompleks di alam semesta. Menurut Nobelis Kedokteran 1962 ini, otak manusia berkerja lebih cepat dan lebih hebat dari superkomputer yang ada.
Tahun 1990-an, gurubesar mikroelektronika ITB dan mantan Ketua LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Prof Dr Samaun Samadikun (almarhum), juga pernah mengatakan, sepuluh superkomputer yang paling mutakhir sekalipun belum pernah bisa menggantikan fungsi otak yang luar biasa supercanggihnya.
Bayangkan, otak manusia dengan volume sekitar 1.350 cc terkandung ratusan juta hingga milyar neuron (sel syaraf). Dengan demikian, neuron otak kita mampu membuat dan mengirimkan pesan lebih banyak daripada pesan yang dikirim seluruh ponsel genggam di seluruh dunia!
Menurut definisi biologi, otak adalah pusat sistem saraf pada vertebrata (manusia termasuk di dalamnya) dan banyak invertebrata lainnya. Otak merupakan pusat pengaturan dan pusat koordinasi dari sebagian besar gerakan, perilaku dan fungsi tubuh lainnya seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh.
Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia. Oleh karena itu terdapat kaitan erat antara otak dan pemikiran. Otak dan sel saraf di dalamnya dipercayai dapat mempengaruhi kemampuan kognisi (nalar) manusia. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi. ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.
Secara fisika, otak terbentuk dari dua jenis sel: glia dan neuron. Glia berfungsi untuk menunjang dan melindungi neuron, sedangkan neuron membawa informasi dalam bentuk pulsa listrik yang dikenal sebagai potensi aksi. Mereka berkomunikasi dengan neuron yang lain dan keseluruh tubuh dengan mengirimkan berbagai macam bahan kimia yang disebut neurotransmiter. Neurotransmiter ini dikirimkan pada celah yang dikenal sebagai sinapsis.
Ilustrasi neuron otak (Thinkstock)
Organ lunak -- yang terlindung sangat aman dalam kepala -- membuat kita dapat berpikir, belajar, berkarya, merasakan emosi, mengontrol tiap kedipan, bernafas dan jantung kita berdetak. Anda hanya perlu waktu beberapa detik untuk bertindak refleks merespon lingkungan yang tiba-tiba berubah. Dengan mengakses sinyal dari mata, otak dengan cepat mengkalkulasi kapan, di mana dan seberapa cepat anda harus melompat atau berhenti mendadak.
Hingga kini, tak ada komputer yang mampu menyerap, memproses dan menerjemahkan informasi yang datang melalui mata, telinga dan panca indera lainnya. Bayangkan, dalam ruang kecil ada sekitar 100 milyar neuron yang berfungsi normal 24 jam per hari, nonstop, seumur hidup manusia. Melalui neuron-neuron itulah, kapan pun manusia dapat bermimpi, tertawa, berpikir, melihat, bergerak, bernafas, menulis, membaca, dan berkata-kata.
Otak kita tak pernah berhenti bekerja. Membuat dan mengirimkan berbagai pesan ke seluruh jaringan tubuh tiap detiknya. Neuron otak kita mampu membuat dan mengirimkan pesan dengan kecepatan luar biasa. Sebagai ilustrasi, seekor lalat yang hingap di tangan seketika dapat dikenali karena neuron sensorik kulit dapat mentransfer ke sumsum tulang belakang dan otak dengan laju lebih dari 240 km/jam. Otak bereaksi dengan mengirim pesan melalui neuron motorik dengan kecepatan 320 km/jam. Maka, tangan pun kontan dapat reflek bergoyang mengusir lalat.
Dedi Junaedi

Comments

Popular posts from this blog

Wakalah, Hiwalah dan Kafalahah, Hiwalah dan Kafalah

Indikator Keberhasilan Pembangunan Dalam Perspektif Islam

Analisis Kualitas Pelayanan Lembaga Amil Zakat Terhadap Loyalitas Muzaki di Jabotabek