Posts

Showing posts from September, 2017

Menanti Internet 8 Dimensi

Image
Oleh Dedi Junaedi
Wartawan dan Dosen INAIS Bogor


Tiga dekade lalu, Tim Berners-Lee menulis pesan online perytama di World Wide Web. Proses dan penampakannya masih amat sederhana. Kini, kita sudah menggunakannya untuk aneka misi dan kepentingan. Kelak, jaringan saiber akan tampil lebih hebat lagi berkat kemajuan dari delapan dimensi pendukungnya.
Jika sistem jalan raya untuk mobil dimulai dari jalur kuda dan kereta, internet lahir pada jaringan switching yang dirancang untuk telepon. Saat jalan yang berubah menjadi jalan tol dan jalur telepon canggih yang berubah menjadi jaringan serat dan nirkabel, kita mulai merasakan manfaat ganda dari perkembangan interntet. .
Saat teknologi dan bisnis internet telah menyambungkan triliun perangkat elektronik lainnya, menfasilitasi streaming audio-video, dan basis aplikasi dengan pengguna global lainnya mendaki dengan cepat, lantas bagaimana generasi internet masa depan hadir?
Futurolog Thomas Frey telah meneropong, dalam 10-20 tahun ke depan…

Flavonol Coklat: Antikanker, Menjaga Jantung dan Nalar

Image
Oleh Dedi Junaedi
Wartawan dan Dosen INAIS Bogor

Periset Harvard Medical School antusias meneliti aneka senyawa flavonoid dalam kakao. Mereka menemukan sebagian bioaktif itu berfungsi sebagai antikanker, penyehat jantung dan pengokoh nalar.
Di banyak negara, beragam olahan kakao sudah terbiasa menjadi hidangan wajib di musim dingin. Aneka coklat menjadi santapan favorit anak muda yang tengah kasmaran. Makanan ringan ini juga disukai oleh beragam kalangan, dari anak-anak hingga paruh baya. Dia juga menu utama bagi mereka yang biasa merayakan Valentine Day.
Coklat telah lama dipercaya dan dipersepsikan publik sebagai makanan perdamaian. Dia dapat menghangatkan badan yang kedinginan. Pada saat yang sama, juga sekaligus dapat menyejukkan jiwa yang tengah panas, hati yang galau dan bergejolak.
Benarkah persepsi itu? Apakah mitos ini punya landasan ilmiah Untuk menjawabnya, tim peneliti dari Harvard dan Brigham and Women's Hospital melakukan serangkaian kajian. Mereka telah meriset…

Sejarah Cokelat

Image
Cokelat atau Kakao. Adik-adik pasti mengenalnya. Itu lho sebutan untuk hasil olahan makanan atau minuman dari biji kakao (Theobroma cacao). Menurut Atkinson (2010). Cokelat pertama kali dikonsumsi oleh penduduk Mesoamerika kuno sebagai minuman. Konon, dahulunya cokelat hanya bisa dikonsumsi oleh para bangsawan.
Cokelat umumnya diberikan sebagai hadiah/bingkisan. Dengan bentuk, corak, dan rasa unik, cokelat juga digunakan sebagai ungkapan terima kasih, simpati, perhatian bahkan pernyataan cinta. Rasa cokelat juga paling populer di dunia. Selain dikonsumsi umum berbentuk batangan, juga menjadi bahan minuman hangat dan dingin.

Segelas cokelat panas.Dulu dikenal sebagai minuman para bangsawan.
Tanaman kakao (Theobroma cacao) mula-mula tumbuh di daerah Amazon utara sampai ke Amerika Tengah. Pengolahan pengolahan cokelat konon telah ada di Puerto Escondido, Honduras, sekitar 1100 -1400 SM. Adanya residu dari tangki-tangki pengolahan menandakan bahwa kakao tidak hanya minuman, tetapi pe…

Alam Semesta (Ternyata) Mengembang Kian Cepat

Image
Oleh Dedi Junaedi
Wartawan dan Dosen INAIS Bogor

Alam semesta terus berkembang. Semakin lama kian besar dengan pergerakan yang semakin cepat. ‘’Fenomena ini mengisyaratkan adanya energi gelap (dark energy) di jagat raya,’’ ungkap Prof Brian P Schmidt PhD, astrofisikawan AS yang kini memimpin Australian National University (ANU).
Senin (29/5), Nobelis Fisika 2011 itu didapuk mengisi kuliah umum di Ruang Apung, Gedung Perpustakaan Universitas Indonesia (UI), Depok. Bertema The Accelerating Universe, dia berkisah tentang penelitiannya terkait percepatan alam semesta yang hingga kini dipercaya terus "mengembang" dari waktu ke waktu.
"Ketika melakukan observasi, kita melihat alam semesta semakin membesar. Semua bintang-bintang dan galaksi di jagat raya bergerak menjauhi satu sama lain. Semuanya membuat semesta meluas, seakan tanpa batas. Uniknya, pergerakan tersebut terjadi semakin cepat," ungkap alumnus postdoktoral Harvard University (1993)
Bersama tim dari be…