Posts

Showing posts from November, 2017

2050, Eranya EBT

Image
Oleh Dedi Junaedi
Wartawan dan Dosen INAIS Bogor

Menyadari kapasitas cadangan energy fosil yang semakin terdatas, dunia mulai serius melirik energi bersih terbarukan (EBT). Sedikitnya 139 negara berkomitmen untuk menatap peta jalan menuju 100% EBT pada 2050. Prioritas utamanya adalah energi angin dan matahari.


Sebuah peta jalan The Solutions Project disusun oleh 26 pakar dari Stanford University, AS. Dipimpin gurubesar teknik sipil dan lingkungan Mark Z Jacobson, tim terpadu itu secara spesifik menguraikan rencana transformasi perubahan infrastruktur energy global. Sekitar 139 negara telah berkomitmen untuk sepenuhnya mengandalkan tenaga angin, air, dan sinar matahari pada tahun 2050.
Agenda transformasi energi itu, menurut jurnal Joule dan Cell Press, dipercaya dapat mendorong peningkatkan efisiensi konsumsi listrik di banyak sector, membuka 24 juta lapangan kerja baru, penurunan angka kematian sebesar 4-7 juta kematian per tahun akibat polusi udara, stabilisasi harga energy yang r…

Hyperloop Akan Melintasi 35 Kota di AS

Image
Oleh Dedi Junaedi
Wartawan dan Dosen INAIS Bogor

Setelah Dubai-Abu Dhabi, Hyperloop juga akan menjadi sarana transportasi supercepat di Amerika Serikat. Sedikitnya 11 jalur telah diusulkan untuk 35 kota besar. Korporasi Elon Musk akan memulainya dengan membangun jalur Hyperloop New York-Washington DC.
Portal berita The Guardian dan Wired telah merilis kabar ini pada Rabu (9/8) dengan mengutip sumber-sumber yang dekat dengan CEO Tesla dan Spaces-X, Elon Musk, yang juga dikenal penggagas sistem tarnportasi kereta tabung supercepat Hyperloop.
Sementara Elon Musk sendiri pada 20 Juli 2017 telah berkicau melalui twitter. “The Boring Company baru saja mendapat persetujuan verbal untuk membangun jalur underground NY-Phil-Balt-DC Hyperloop. NY-DC in 29 mins,” ungkapnya seperti dikutip New York Times.
Meski belum dikonfirmasi resmi oleh pihak Pemerintah AS, Elon Musk sendiri telah membenarkan adanya komitmen untuk membangun sarana transportasi alternatif itu di sejumlah negara, termasuk …

Partikel Majorana untuk Komputer Kuantum

Image
Oleh Dedi Junaedi
Wartawan dan Dosen INAIS Bogor

Setelah 80 tahun dicari, partikel Majorana akhirnya ditemukan secara ekspermental.Hasil riset peneliti Universitas California (UCLA) ini dipercaya akan membuka babak baru inovasi saluran data qubit untuk pengembangan komputer kuantum..
Menjelang akhir Juli 2017, kabar gembira datang dari tim peneliti UCLA di Los Angelos, AS. Mereka memberikan bukti paling jelas bahwa partikel Majorana --yang telah lama dicari dan keberadaannya telah diramalkan oleh fisikawan Italia. Eltore Majorana, pada 1937-- dapat menyediakan kendaraan untuk mampu membawa data 'qubit' yang menjadi basis pengembangan system komputasi generasi komputer kuantum.
Seperti dilaporkan jurnal Science (21/7) dan disebarluaskan UCLA News dan Science Daily (25/7), tim ahli nanosains dan nanoteknologi UCLA telah menemukan jejak eksperimental –mereka menyebutnya a smoking gun-- dari partikel Majorana seperti yang telah dihiptesiskan fisikawan Ettore Majorana sekitar 8…