Hyperloop Akan Melintasi 35 Kota di AS

Oleh Dedi Junaedi
Wartawan dan Dosen INAIS Bogor

Setelah Dubai-Abu Dhabi, Hyperloop juga akan menjadi sarana transportasi supercepat di Amerika Serikat. Sedikitnya 11 jalur telah diusulkan untuk 35 kota besar. Korporasi Elon Musk akan memulainya dengan membangun jalur Hyperloop New York-Washington DC.
Portal berita The Guardian dan Wired telah merilis kabar ini pada Rabu (9/8) dengan mengutip sumber-sumber yang dekat dengan CEO Tesla dan Spaces-X, Elon Musk, yang juga dikenal penggagas sistem tarnportasi kereta tabung supercepat Hyperloop.
Sementara Elon Musk sendiri pada 20 Juli 2017 telah berkicau melalui twitter. “The Boring Company baru saja mendapat persetujuan verbal untuk membangun jalur underground NY-Phil-Balt-DC Hyperloop. NY-DC in 29 mins,” ungkapnya seperti dikutip New York Times.
Meski belum dikonfirmasi resmi oleh pihak Pemerintah AS, Elon Musk sendiri telah membenarkan adanya komitmen untuk membangun sarana transportasi alternatif itu di sejumlah negara, termasuk Dubai, AS dan India.
Jalur tabung bawah tanah New York-Washington akan disiapkan untuk menfasilitasi lintasan Hyperloop dengan kecepatan optimal 600 mph atau setara 960 km per jam. Secara konseptual, Hyperloop sendiri dirancang untuk dapat mekesat dengan laju supersonik hingga 1.200 km per jam. Artinya, jauh lebih cepat dari Shinkasen dan Maglev. Bahkan lebih tinggi dari kecepatan pesawat Boeing 747 yang sekitar 825 km/jam.
Dengan Hyperloop, New York – Washington DC dapat ditempuh 29 menit. Ini lebih efisien dari empat jam kendaraan atau 3 jam 50 menit dengan kereta api cepat biasa. Bahkan lebih cepat dari jalur udara yang memerlukan waktu tercepat satu jam 15 menit dengan pesawat jumbo jet. Selain menghubungkan kedua kota tersebut, Hyperloop dapat menghubungkan New York – Philadelphia – Baltimore.
Jalur Loes Angelos – San Francisco
Elon Musk juga percaya, akhirnya jalur Los Angelos – San Francisco [telah diusulkan sejak 2013] pada saatnya akan difasilitasi Hyperloop. Dalam proyeksinya, dua negara bagian tersibuk di AS itu dapat direngkuh dalam waktu 30 menit dengan Hyerloop berkecepatan 800 mph atau 1.280 km per jam.
Menanggapi kicauan pendiri Hyperloop One, sejumlah pejabat dari Maryland, Philadelphia, Pennsylvania, New York, Baltimore, Washington DC, dan Kongres AS mengatakan bahwa Elon Musk belum memiliki persetujuan. Namun Gedung Putih dan Kementerian Transportasi menegaskan bahwa mereka memiliki "percakapan yang menjanjikan" dengan Musk tentang teknologi alternative untuk sistem transportasi umum.
Dalam proposal Vission for America, Hyperloop One mengajukan usulan 11 jalur transportasi Hyperloop menghubungkan setidaknya 35 kota besar di Amerika. Jika disepakati, kelak, sekitar 83 juta warga dapat leluasa bepergian antarkota dan antarnegara bagian melalui interkoneksi jalur KA supersonik tersebut.
Seperti dilaporkan The Guardian dan Wired, para ahli dari NASA, Departemen Transportasi AS dan Universitas Hamburg konon sepakat berpendapat bahwa, setelah menguraikan angka-angka dan proyeksi teknologinya, Hyperloop bisa menjadi alternatif yang lebih baik, lebih murah dan lebih ramah lingkungan daripada penerbangan jarak pendek serta perjalanan kendaraan darat yang panjang. Hanya saja, lanjut mereka, secra ekonomi kemungkinan biaya investasi untuk membangun sebuah system transportasi bawah tanah masih terbilang mahal. Mereka berharap, koreksi perbaikan biaya dapat dilakukan dengan sejumlah terobosan radikal dalam teknologi terowongan bawah tanah.
Uji Coba Hyperloop
Pihak korporasi Boring Company telah merinci lebih lanjut rencananya, yang mencakup jaringan terowongan bawah tanah untuk perjalanan jarak pendek dan jarak jauh, serupa dengan versi London Underground yang modern dan berkecepatan tinggi serta sistem tarnsportasi kota metropolitan lainnya.
Mereka berencana membangun terowongan dengan biaya murah dan cepat yang akan menampung sistem transportasi berkecepatan tinggi baru. Untuk rute pendek, sebagian besar akan menjadi terowongan bertekanan standar untuk kecepatan di atas 125 mph (200 km/jam). Sedang untuk jalur panjang, rute jarak jauh dalam garis lurus, seperti NY ke DC, telah disiapkan teknologi terowongan depressurised yang memungkinkan kapsul kereta dapat melaju dengan kecepatan hingga di atas 600 mph (960 km/jam) atau standar Hyperloop.
Sementara itu, Hyperloop One, sebagai pihak ketiga yang ditunjuk Elon Musk sedang menguji prototype Hyperloop di utara Las Vegas. Sebuah model pod telah menjalani uji lintasan pada kecepatan 190 mph (304 km/jam) dalam terowongan tabung sepanjang 437 m. Laju teruji masih di bawah proyeksinya, tetapi dari waktu ke waktu ada kemajuan yang signifikans.
Untuk mengerjakan mega proyek Hyperloop, pihak Boring Company maupun Hyperloop One agaknya tidak mungkin sendirian. Mereka perlu menggandeng sejumlah perusahan lain. Elon Musk pun menyadarinya. Sebuah kompetisi desain internasioanl sengaja digelar untuk mendapatkan mitra-mitra terbaiknya pada pecan terakhir Agustus 2017.
Pendiri perusahaan Hyperloop Arrivo, Brogan BamBrogan, menyambut baik ajang beauty contest teknologi Hyperloop itu. "Industri ini memang tidak dapat dibangun oleh satu perusahaan. Elon Musk dan jajarnnnya telah berhasil menciptakan pasar Hyperloop. Kami siap menjadi mitra, bekerjasama dan berkolaborasi untuk menghasilkan konsep ideal secara teknologi dan ekonomi, selain secara lingkungan,” tegasnya.
Hyperloop Dubai-Abu Dhabi
Seperti telah ditulis Majalah Sains Indonesia (Edisi 64/April 2017), jalur kereta supersonik Hyperloop mulai dibangun di Dubai. Direncakan mulai beroperasi tahun 2020, megaproyek ini akan memangkas waktu tempuh perjalanan Dubai - Abu Dhabi, sekitar 150 km, menjadi waktu 12 menit saja. Kereta supercepat generasi kelima ini akan melesat dengan kecepatan 750-1.200 km per jam.
Dengan jalur biasa, dua kota terbesar di kawasan Uni Emirat Arab itu biasa ditempuh dua jam dengan kendaraan tercepat. Sistem kereta ultracepat itu diharapkan tak hanya menjadi solusi transportasi masa depan yang akan mengintegrasikan kota-kota emirat, melinkan juga menjadi transportasi cepat alternatif yang akan menghubungkan kota-kota penting sekitar regional jazirah Arab.
Pemerintah Dubai bekerjasama dengan perusahaan AS, Hyperloop Transportation Technologies (HTT) dan Hyperloop One (HO). Kereta ini memakai teknologi baru levitasi-elektromagnetik yang memungkinkan kereta melesat tanpa roda. Gerbong kereta dirancang seperti kapsul atau special pod yang siap melesat dalam lintasan medan levitasi pasif di terowongan baja hampa udara.
Bayangkan, jika sistem Hyperloop dibangun di Indonesia. Maka, Jakarta-Surabaya dapat ditempuh dalam waktu kurang dari satu jam. Orang Surabaya dapat bekerja di Jakarta tanpa harus kos atau mengontrak rumah. Sebaliknya, orang Jakarta dapat mengotrol kegiatan bisnis di Jawa Timur tiap hari.
Sistem Hyperloop
Hyperloop adalah konsep sistem transportasi berkecepatan tinggi yang awalnya dirintis oleh wiraswasta Elon Musk dengan modal 160 juta dolar AS. Miliarder ini juga merupakan pendiri perusaan Tesla (mobil listrik) dan SpaceX (kendaraan antariksa).
Dirintis Robert Goddard (AS) tahun 1910, Hyperloop adalah solusi inovasi mengatasi masalah tekanan dan perangkat transportasi tabung vakum. Fisikawan Princeton, Gerard K O'Neill, lantas mengembangkan sistem kereta antarbenua dengan basis propulsi magnetik. 1981, dia menulis mimpinya dalam buku "2081: A Hopeful View of the Human Future."
Agustus 2013, ditawarkan konsep transportasi Hyperloop untuk Los Angeles - San Fransisco. Rute sejauh 560 km itu dapat ditempuh 35 menit dengan kereta berkecepatan 970-1.220 km/jam. Untuk membangunnya butuh investasi sekitar US$7,5 miliar.
Belakangan, teknologi Hyperloop dinyatakan open source oleh pihak Musk dan SpaceX. Maka, berkembanglan beragam industri publik ikut mengembangkan gagasan tersebut. Sejumlah perusahaan tumbuh. Antara lain HO, HTT, dan TransPod. HTT dan HO bermarkas di Los Angelos dan dirintis oleh 600 professional muda lintas disiplin ilmu di Amerika. Sedang TransPod bermarkas di Kanada.
Dedi Junaedi

Comments

Popular posts from this blog

Wakalah, Hiwalah dan Kafalahah, Hiwalah dan Kafalah

Indikator Keberhasilan Pembangunan Dalam Perspektif Islam

Mengenal DNA Mitokondria