Magnet Bumi Berubah: Kelak, Matahari Terbit dari Barat!


Kutub magnet Bumi akan terbalik. Utara menjadi Selatan, Selatan menjadi Utara. Matahari pun terbit dari Barat. Kala itu terjadi, Bumi [mungkin] tidak lagi  layak huni. Badai Matahari dan radiasi sinar kosmik akan menyapu, membawa petaka menghancurkan. Aliran listrik mati. Semua barang elektronika dan layanan berbasis digital pun tak berfungsi.

Matahari terbit dari Barat? Memang agak sulit membayangkannya sekarang. Namun, narasi deskriptif itu  bukanlah adegan plot untuk sebuah film bencana. Sejatinya, itu gambaran ringkas sebuah  ilustrasi masa depan Bumi yang diungkap Alana Mitchell dalam esay berjudul Magnetic Field Is Shifting: The Poles May Flip, This Could Get Bad. Dimuat portal sains Undark.org akhir 26 Januari 2018, tulisan itu kemudian dikutip sejumlah media global. Antara lain National Geographic, Daily Mail, Newsweek, LiveScience, New York Post, Metro.uk,  dan News.au.

Alanna Mitchell, jurnalis dan penulis Sains asal Kanada, mengakui esay itu adalah adaptasi dari buku terbitan terbarunya yang berjudul 'The Spinning Magnet: The Electromagnetic Force that Created the Modern World and Could Destroy It.'  Buku ini diterbitkan Dutton, Penguin Publishing Group,  tanggal 31 Januari 2018.
Melalui bukunya, Mitchell menyimpulkan bahwa sejumlah ilmuwan memprediksi jika kutub Bumi tak lama lagi akan berbalik arah. Pembalikan magnet akan membuat rotasi Bumi juga ikut berbalik. Selanjutnya, itu akan membuat Matahari tidak lagi terbit dari ufuk timur, melainkan dari barat.
Sebagai bahan argumentasinya, dia telah menyitasi sejumlah pakar berbagai disiplin ilmu.  Antara lain Daniel Baker, Direktur Laboratory for Atmospheric and Space Physics di University of Colorado, Amerika Serikat. Sebagaimana dikutip Dailymail (Jumat (2/2) dan diperbarui Ahad (4/2),  Direktur LASP, dalam laporan terbarunya, mengaku bahwa tanda-tanda pembalikan magnet Bumi mulai nampak.

Badai Matahari

"Andaikata pembalikan terjadi, kemungkinan akan membuat beberapa kawasan di Bumi berlabel 'tidak dapat dihuni. Pembalikan ini juga mematikan jaringan listrik dan mengubah suhu Bumi," ungkap Baker.
Berdasarkan laporan data citra dari satelit milik Badan Antariksa Eropa (ESA), Swarm Trio dan koleganya memantau medan magnet bumi. Hasilnya, kata mereka, menunjukkan adanya kemungkinan kemiringan dari inti aktif Bumi, tempat di mana medan magnet dihasilkan.
Dampak  Pembalikan Magnetosfir
Perubahan arah magnet akan mendatangkan badai matahari dan terpaan radiasi sinar kosmik yang kuat dan mengakibatkan matinya jaringan listrik di Bumi.  Seiring medan magnet Bumi yang terus melemah, ia menyoroti pentingnya perbaikan sistem kendali off-grid energi,  termasuk  sistem pembangkit listrik bertenaga energi  matahari sebagai satu-satunya sumber energi utama yang dianggap aman untuk melindungi Bumi.
Badai matahari, menurut ilmuwan Magnetosfer NASA, Mona Kessel. juga menciptakan radiasi sangat tinggi dapat berefek buruk bagi satelit dan para astronaut yang bertugas di luar angkasa.
Henrik Svensmark, seorang ilmuwan cuaca dari Danish National Space Centre, percaya kalau Bumi mengalami periode alami dari awan rendah karena sinar kosmik yang masuk ke atmosfer lebih sedikit. Dampaknya, lanjut dia, bisa menghancurkan kehidupan umat manusia, karena mengubah iklim Bumi secara radikal dan menaikkan status penyakit berat seperti kanker.
Untuk diketahui, Bumi memiliki inti cair yang sangat panas, dan menghasilkan medan magnet yang mampu melindungi bumi dari radiasi matahari. Pelindung ini sifatnya tak kasat mata, dan memiliki meluas ribuan kilometer ke luar angkasa. Daya tariknya mempengaruhi segalanya hal, mulai dari komunikasi global hingga jaringan listrik.
Medan magnet ini begitu penting bagi kehidupan di Bumi. Namun, kini mulai melemah hingga 15 persen selama 200 tahun terakhir. Menurut perhitungan para ahli, pembalikan saat ini terlambat, karena yang terakhir sekitar 780 ribu tahun yang lalu. Jika medan magnet terus menurun, Bumi bisa bermetamorfosa seperti planet Mars.
“Ketika medan magnet menjadi sangat lemah, maka selimut perlindungan radiasi matahari terhadap Bumi akan terbuka. Bayangkan, betapa besar dampaknya!” kata ahli geomagnetic  Dr  Monika Korte.
"Dunia yang dulunya subur, berubah menjadi planet kering yang tandus sehingga tidak mampu lagi mendukung kehidupan," tambah Mitchell.
Pembalikan medan magnet dikhawatirkan juga membawa kekacauan sistem biokimia makhluk hidup. Bisa jadi, aneka kasus kanker manusia terpacu berkembang biak lebih cepat  karena radiasi matahari yang tak tertahan ‘pelindung magnetik’ alam. Aktivitas DNA manusia dan makhluk lainnya di seluruh dunia dapat terancam  karena kemampuan mereka untuk bermigrasi menjadi sangat bingung oleh perubahan medan magnet planet kita.
Kendati demkikian, masih belum bisa dipastikan kapan waktu Bumi akan berbalik arah rotasinya. Para ilmuwan bahkan mengaku heran mengapa hal ini terjadi, dan fenomena ini digambarkan sebagai aktivitas alam semesta yang ‘gelisah'.



·         Temuan Bernad Brunhes
Ihwal pembalikan magnet Bumi sebetulnya pernah disampaikan  ahli geofisika Perancis, Bernard Brunhes, tahun 1905.  Ini berawal dari analisis sifat magnetik beberapa bebatuan di desa  Pont Farin. Dia tercengang melihat hasil analisis magnetiknya.  Bahwa jutaan tahun yang lalu, menurutnya, kutub magnet bumi berada di sisi yang berlawanan dari kondisi sekarang. Utara adalah selatan dan selatan adalah utara.
Sayang, klaim Bernanrd Brunhes berlalu begitu saja. Penemuannya tak bisa dijelaskan selama puluhan tahun hingga akhirnya para ahli menemukan adanya aktivitas magnetosfir Bumi yang melemah.  Dalam beberapa dekade terakhir, ahli geofisika telah mencoba menjawab pertanyaan itu melalui citra satelit dan matematika. Mereka telah menemukan cara mengintip jauh di dalam Bumi, bagaimana akktivitas logam cair di inti Bumi menghasilkan medan magnet terus-menerus. Ternyata dipol medan magnet yang bermuara dua kutub berfluktuasi arahnya, menandakan adanya serangan dari dalam.
Berdasarkan data Trio Swarm, satelit terbaru milik European Space Agency (ESA),  yang mulai aktif sejak 2014, terpapar sebuah pertempuran di inti Bumi. Seperti faksi yang merencanakan kudeta, kelompok-kelompok cairan besi dan nikel seperti berputar-putar mengumpulkan kekuatan dan menguras energi dipol. Kutub magnet utara sedang dalam pelarian, sebuah indicator gejolak dan ketidakpastian yang meningkat. ‘’Sebuah ‘komplotan rahasia’ di belahan bumi selatan telah menguasai seperlima permukaan Bumi . Sebuah revolusi magnetosfir sedang terbentuk,’’ jelas Mitchell.
Kini, jelas Mitchell, “ kita tahu bahwa kutub telah berganti tempat ratusan kali, baru-baru ini 780.000 tahun yang lalu. Kadang-kadang, kutub mencoba membalikkan posisi, tapi kemudian kembali ke tempatnya, seperti  sedang  pesiar. Waktu terakhir upaya pembalikan terjadi sekitar 40.000 tahun yang lalu.’’
Kita juga tahu, lanjutnya, ketika medan magnet  berbelok arah ke depan, ada konsekuensi  mengubah karakteristik dasar  listrik dan elektronik. Perubahan karakter  infrastruktur dasar itu tentu mengancam  peradaban modern dengan cara yang mungkin sangat mengerikan.
Jika blok magnetik ini mendapatkan kekuatan yang cukup dan melemahkan dipol lebih banyak lagi, mereka akan memaksa kutub utara dan selatan untuk berpindah tempat saat mereka mendapatkan kembali supremasinya. Para ilmuwan tidak bisa mengatakan dengan pasti bahwa yang terjadi sekarang – perubahan dipol magnetik bisa salih mengalahkan lawannya. Tapi mereka meyakini bahwa fenomena tersebut semakin meningkat dan tidak dapat mengesampingkan kemungkinan akan terjadi  pembalikan.
Isyarat Nabi Muhammad SAW
Sejatinya, soal matahari terbit dari barat sudah diisyaratkan Nabi Muhammad SAW, 14 abad lalu. Melalui salah satu hadisnya, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya. Apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu, maka semua mereka akan beriman. Itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum beriman sebelumnya.” (HR Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairah).
Nubuwat itu konon telah membuat Demitri Bolykov, ahli fisika Rusia, terpikat Islam. Dia memutuskan menjadi mualaf tak lama setelah dia terlibat riset rotasi bumi berdasarkamn fenomena medan magnet bumi. Tim itu dipimpin Prof. Nicolai Kosinikov, pakar fisika Rusia.
Menurut pendapat ahli hadis, matahari terbit dari Barat akan terjadi selama satu hari saja. Kemudian tertutuplah pintu taubat. Setelah itu, gerakan matahari pun akan kembali seperti sebelumnya terbit dari timur sampai terjadinya kiamat. Wallahu ‘alam.
Dedi Junaedi

Comments

Popular posts from this blog

Wakalah, Hiwalah dan Kafalahah, Hiwalah dan Kafalah

Indikator Keberhasilan Pembangunan Dalam Perspektif Islam